Jum'at, 15 Desember 2017

GSVL : Tekan Inflasi, Pemkot Manado Terus Pantau Harga Pangan

manadomanadoterkini.com, MANADO – Pergerakan inflasi di daerah terus dipantau Pemerintah Kota Manado melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Seperti halnya cabe yang menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kota Manado, setiap tahun sudah bisa terkendali, dengan menggalakan program menanam cabe dengan mengandeng Bank Indonesia.

“Harga-harga di pasaran Kota Manado setiap hari kita pantau. Sehingga, jika ada yang mengalami kenaikan dan berpengaruh pada inflasi pasti cepat diketahui dan dicari solusinya. Apalagi, kita punya Cerdas Command Center, salah satunya lewat aplikasi TauPang atau pantau harga pangan. Dari sini kita bisa pantau langsung pergerakan harga pangan di pasaran Kota Manado,” tandas DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TIPD tahun 2017 yang dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Kamis (27/07) pagi tadi.

Kepada wartawan, Walikota terbaik se-Indonesia itu juga menegaskan apa yang disampaikan Presiden Jokowi, akan menjadi perhatian Pemkot Manado. “Presiden tadi berterima kasih kepada pemerintah daerah termasuk didalamnya Pemerintah Kota Manado, karena dinilai selama ini inflasi secara nesional bisa ditekan. Kita akan tetap menjaga agar inflasi ini tetap berada pada level rendah,” imbunya.

Sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, kunci pengelolaan ekonomi baik di Kabupaten/Kota, Provinsi sampai Negara terletak pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Sehingga, Presiden memberi penekanan agar daerah mampu menjaga pertumbuhan ekonomi serta menekan inflasi sampai ke tingkat paling rendah.

“Bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana menekan inflasi serendah-rendahnya. Pengendalian inflasi pada 2017 menghadapi beberapa tantangan, baik berasal dari eksternal maupun domestik sehingga perlu diwaspadai dan dimitigasi sejak dini,” ujar Jokowi.

Jokowi bersyukur karena hingga kini Indonesia mampu mempertahankan inflasi pada level terendah. Capaian ini terjadi merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Bank Indonesia (BI).

“Tadi disampaikan Gubernur BI pada tahun 2015 inflasi kita berada di angka 3,35 persen. Kemudian, tahun 2016 sebesar 3,02 persen dan di kuartal satu berada pada kisaran 4 persen. Artinya, kita sudah mulai masuk ke era inflasi rendah di negara kita. Ini berkat saudara semuanya yang tahu betul apa itu fungsi inflasi,” tukas Presiden. (*/aldi)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*