Senin, 20 November 2017

Urai Kemacetan Bahu-Malalayang Ring Road III Mendesak

DPRD Sulut

Amir Liputo dan Billy Lombok

manadoterkini.com, SULUT – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara sangat berdampak bagi Kota Manado sebagai ibukota provinsi. Pasalnya, arus kendaraan yang melintasi dan masuk ke kota Manado mengalami kenaikan signifikan.

Untuk itu, personil DPRD Sulut Billy Lombok SH, sangat berharap agar Pemerintah Provinsi segera memulai pembangunan ring road III yakni Winangun – Malalayang.

“Dengan adanya ring road III, akan mengatasi meminimalisir kemacetan yang terjadi di daerah Bahu- Malalayang. Apalagi pada jam-jam pulang kantor dampak kemacetan Bahu-Malalayang mengurai hingga jalan Sario dan Bethesda,” ujar Ketua Pemuda GMIM dua periode tersebut.

Lanjut anggota fraksi Demokrat ini, dengan tarsambungnya ring road III sudah barang tentu berdampak terhadap kemacetan di Kota Manado. Karenanya, banyak kendaraan besar seperti konteiner tidak lagi masuk ke Kota Manado.

“Hingga kini masih banyak konteiner masuk di Kota Manado.terlebih pada jam-jam sibuk. Dan itu lebih memperparah kemacetan. Pertumbuhan ekonomi Kota Manado sangat luar biasa, belum lagi jumlah volume kendaraan dari luar daerah yang datang berkunjung di Kota Manado,” urai Lombok.

Terpisah, Amir Liputo Wakil Ketua Komisi III menyatakan, masyarakat dapat bersabar karena sudah dialokasikan anggaran Rp10 Miliar untuk pembayaran pembebasan lahan.

“Pembayaran akan dilakukan awal atau akhir September sampai Oktober. Kita semua berharap dapat terealisasi sesuai yang direncanakan,”ungkap legislator Sulut dapil Manado ini.

Kepada wartawan, Liputo mengakui untuk pembangunan seperti Ring Road yang menjadi kendala adalah pembebasan lahan.

“Ada banyak pihak yang terlibat. Namun itu tidak akan menjadi persoalan serius. Kerena anggota DPRD Sulut punya lahan di daerah itu. Maka akan mempermuda pembebasan juga,” ungkap Wakil Ketua Fraksi Amanat Keadilan.(timredaksi)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*