Rabu, 20 September 2017

Hasil Poling FSPM, 85 Persen Menginginkan Minahasa Dipimpin Perempuan

manadomanadoterkini.com, MINAHASA – Dari hasil poling yang dilakukan Forum Solidaritas Pemuda Minahasa (FSPM) periode Juni hingga Agustus 2017, 85 Persen menginginkan pemimpin perempuan.

“85 persen menginginkan bupati perempuan 15 persennya wakil bupati,” ujar Kalesaran salah satu personilnya.

Sementara, Kordinator FSPM Lexi Lolowang mengatakan survey dilakukan di 10 Kecamatan yang ada di Minahasa, melibatkan sekitar 50 mahasiswa, dengan jumlah responden 1100 orang/masyarakat.

Kembali Kalesaran memperjelas dari hasil polling tersebut sejumlah alasan muncul mengapa para responden menginginkan sosok pemimpin perempuan.

Rata-rata mengatakan semenjak Minahasa berdiri tidak pernah satupun perempuan diberi kesempatan memimpin, baik sebagai bupati ataupun wakil, yang hasilnya bisa dilihat sampai saat ini dimana pembangunan di semua bidang tak berjalan maksimal.

Diketahui, Beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara pemekaran Kabupaten Minahasa, berhasil dan sukses dipimpin kaum perempuan, seperti Kabupaten Minahasa Selatan Tetty Paruntu, Minahasa Utara Vonny Panambunan dan Kota Tomohon Syerly Sompotan. Hal ini bisa dilihat langsung dari pembangunan infrastruktur dan sektor lain, dimana jika dilihat sekarang, Kabupaten Minahasa yang dikatakan induk, tertinggal jauh dari Kabupaten/Kota hasil pemekarannya.

Lanjut Kalesaran, sentuhan perempuan jika diberi kesempatan memimpin, dianggap warga bisa merubah wajah Minahasa.

“Kemajuan Tomohon, Minsel, Minut bahkan Mitra yang sempat dipimpin perempuan jadi acuan warga Minahasa saat ini, nah mereka berpikir saatnya Minahasa berubah,” ungkapnya menjelaskan keinginan masyarakat.

Sementara dari data yang diperoleh, saat ini ada beberapa perempuan yang disebut-sebut akan maju di Pilkada Minahasa, dua diantaranya, Youla Lariwa Mantik (YLM) dan Meyta Gerungan-Wala. Hanya saja yang sudah menyatakan siap maju sebagai bupati baru Youla Lariwa Mantik, sedangkan Wala hanya digadang-gadang sebagai Wakil Bupati.

“Kalau kami menginginkan perempuannya harus papan satu, siapapun dia yang akang diusung asal perempuan akan kami dukung, tak peduli dari partai mana dan dari kecamatan apa, pasti akan kami dukung. So lalah torang dukung-dukung ini calon laki-laki nyanda butul samua, serta so jadi lupa samua,” ujar Maxi Kentjem dan Jufri Moningka, warga Sonder dan Tondano.

Kesempatan berbeda, YLM yang dihubungi via seluler, optimis untuk maju di pilkada Minahasa.

“Saya datang untuk mengabdi bukan mencari keuntungan. Komitmen saya dari awal hanya satu, ingin membuat Minahasa maju dan sejahterah,” tandas Perempuan Sukses ini.(*/alfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*