Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Hukum dan Kriminal

Gadis Di Bawah Umur Dicabuli Lelaki Bejat

×

Gadis Di Bawah Umur Dicabuli Lelaki Bejat

Sebarkan artikel ini

manadomanadoterkini.com, MANADO – Entah nasib apa yang dialami gadis cantik yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Sebut saja Mayar (12), salah satu warga di Kecamatan Paal Dua, mendatangi Polresta Manado didampingi ibunya LW alias Lis (40), untuk melaporkan kasus pencabulan yang dialami anaknya.

Pasalnya, korban dicabuli berulang kali oleh pelaku berinisial RW alias Rony, warga yang sama. Kejadian tersebut terjadi di rumah pelaku, sejak 2016 lalu, namun sayangnya kejadian tersebut baru dilaporkan Rabu (4/10).

Dari Informasi yang dirangkum, diketahui korban yang masih duduk di bangku SMP ini bertemu dengan sang pelaku. Dari Disitulah lelaki bejat ini memanggil korban yang saat itu berada sekitar rumah pelaku. “Pas ada bermain Dia (pelaku)pangge pakita, terus dia buju pa kita mokase doi,” ujar korban saat melapor di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT).

Saat pelaku berhasil membujuk korban, pelaku memanggilnya ke dalam kamar. Dengan bujukan uang korban mengikuti perintah lelaki bejat tersebut. Setelah Sampainya di dalam kamar, pelaku langsung menelanjangi korban. Tanpa berbuat banyak, korban hanya bisa pasrah dan diam.

Dengan cepat Pelaku pun langsung beraksi untuk melakukan aksi bejatnya dengan mencium pipi, mulut dan vagina korban. Pelaku juga memasukkan jarinya ke vagina korban. Terakhir kali perbuatan tersebut dilakukan pelaku dua minggu lalu pada bulan September 2017. Pelaku kembali mencabuli korban di TKP yang sama dengan memasukkan kemaluannya ke kemaluan korban. Karena tingkah laku korban membuat kecurigaan orang tuannya langsung mengintrogasinya. Dengan jawab polos siswi SMP itu memberitahukan yang dilakukan pelaku kepada ibunya. Tak terima dengan perbuatan pelaku, ibu korban langsung melaporkanny ke pihak berwajib.
Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Laporannya sudah diterima dan telah diserahkan kepada unit perlindungan perempuan dan anak (PPA),” pungkasnya.(pra)