Jum'at, 27 April 2018

Karir ADM di Dunia Politik Begitu Gemilang

admmanadoterkini.com, SULUT - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Jakarta. Oknum yang ditangkap salah satunya merupakan aparat penegak hukum diduga bekerja di Pengadilan Tinggi Sulut dan anggota DPR. Diduga kuat Anggota DPR yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) adalah politisi Partai Golkar Aditia Anugerah Moha. Politisi muda ini merupakan peraih suara terbanyak ke senayan Dapil Sulut.

Siapakah “Didi” sapaan Aditia Anugerah Moha?

Aditya Anugerah Moha besar dari keluarga politik dan bakat politiknya sudah terbina sejak muda. Pada umur 22 tahun yang relatif muda, Didi sudah terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara mewakili Golkar.

Didi juga aktif berorganisasi di organisasi sayap kepemudaan Golkar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai Ketua Bolaang Mongondow (2007-2010) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) (2010-2015).

Pada Pileg 2009 Didi mencalonkan diri menjadi calon legislatif dan terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014 dan duduk di Komisi IX yang membidangi kesehatan, kependudukan dan tenaga kerja.

Pada Pilkada 2011 Didi maju sebagai Calon Bupati Bolaang Mongondow didukung oleh Golkar dan Demokrat namun kalah oleh Salihi Mokodongan..

Di DPR-RI Didi dikenal aktif dan mendukung pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow dari Sulawesi Utara dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Tabungan Perumahan Rakyat dan RUU Palang Merah Indonesia.

Pada Pileg 2014 Didi kembali terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dan bertugas di Komisi XI yang membidangi keuangan, perbankan dan perencanaan pembangunan.

Setelah sempat menjadi anggota di Komisi VI DPR-RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, serta standarisasi nasional, pada Juni 2017 Didi kembali bertugas di Komisi XI DPR-RI.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim Satgas pada Jumat (6/10/2017) malam dilakukan di Jakarta.

“OTT-nya di Jakarta, terkait dengan penegakan hukum di Sulawesi Utara (Sulut),” ucap Febri, Sabtu (7/10/2017).

OTT ini diduga terkait perkara berkaitan dengan kasus mantan Bupati Bolaang Mongondow Marlina Moha Siahaan yang terjerat kasus korupsi yang diputus terbukti bersalah di Pengadilan Tipikor lalu ada komunikasi untuk diputus bebas di Pengadilan Tinggi.

Dalam OTT, penyidik juga mengamankan barang bukti diduga suap dalam bentuk mata uang asing yang kini masih dalam tahap penghitungan. (redaksi)

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*