Rabu, 13 November 2019

Olly Serahkan Piala Citra Kategori Sutradara Terbaik FFI 2017

manadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menyerahkan langsung Piala Citra kategori sutradara terbaik kepada Edwin (Posesif) pada malam penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) 2017 yang digelar di Grand Kawanua International City, Manado, Sabtu (11/11/2017).

Festival Film Indonesia

Penampilan musik Kolintan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada malam penganurahan Piala Citra Festival Film Indonesia 2017

Edwin mengalahkan Emil Heradi (Night Bus), Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah), Hanung Bramantyo (Kartini), Joko Anwar (Pengabdi Setan), dan Ody C. Harahap (Sweet 20).

Sebelumnya, Olly menyatakan dukungannya terhadap industri perfilman tanah air. Ia menjanjikan kemudahan akses bagi rumah produksi yang hendak melakukan syuting film di Sulut. Pihaknya juga siap mendukung pendanaan produksi dengan cara mencarikan sponsor.

“Mari bikin film di sini, kami Pemprov Sulawesi Utara siap mendukung perfilman nasional. Kalau ada film dibuat di Manado, diputar di bioskop Manado, tidak ada retribusi hiburan,” imbuh Olly.

Menurut Olly, wujud perhatian Pemprov ke sektor perfilman sudah dilakukan sejak 2016. Waktu itu mereka menjadi tuan rumah pelaksana Apresasi Film Indonesia (AFI) yang digelar di Manado. Tahun ini mereka dipercaya untuk jadi tuan rumah FFI.

Festival Film Indonesia Festival Film Indonesia

Lalu sudah ada sedikitnya tiga proyek film domestik yang melakukan syuting di kawasan ini. Ada Senjakala di Manado, Tommi n Jerri, serta Hujan Bulan Juni. Olly juga menyebut bahwa ada rumah produksi dari Korea Selatan dan Perancis yang melakukan syuting di kawasan Kepulauan Bunaken.

“Memang kegiatan (dukungan) yang kami lakukan sangat berdampak bagi pariwisata di Sulut, dengan adanya beberapa hal: studio-studio luar negeri datang, ada Korea Selatan dan Perancis,” tuturnya.

Untuk memelihara kontinuitas proses produksi film yang mengambil lokasi shooting di Sulut, kini Olly sedang membahas sebuah peraturan baru. Yakni, jika ada rumah produksi membuat film dan filmnya diputar di Manado, dengan catatan 50 persen berlatar panorama setempat, pihaknya akan membebaskan biaya retribusi.

“Kami sedang menyiapkan peraturannya. Kami juga mendorong para produser ke sini untuk bekerja sama dengan Pemprov Sulut. Kami akan ajak perusahaan besar ke sini, untuk mendukung dengan dengan dana CSR mereka,” ungkap Olly.

Adapun malam penghargaan FFI 2017 turut dihadiri Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri, Ketua Panitia Lokal FFI 2017 yang juga Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP-PKK dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Ketua Panitia FFI 2017 Leni Lolang dan Ketua BPI Chand Parwez Servia.(*/red)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*