Jum'at, 15 November 2019

Pemkot Manado Dirikan RSUD God Bless, Ini Cerita Kadis PUPR Hingga Berguru ke 3 Negara

manadoterkini.com, MANADO - Awal pembangunannya sempat menjadi polemik saat lokasi pembangunannya dipindahkan ke lokasi sekarang, di jalan ringroad Manado. Namun, berbagai kritikan bahkan hingga tuduhan korupsi tak menyurutkan langkah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kota Manado, Peter Karl Bart Assa, ST, M.Sc, Phd untuk bisa menghasilkan bangunan rumah sakit milik Pemerintah Kota Manado yang berkwalitas internasional.

manado

Nampak penyelesaian rumah sakit daerah Gadbless di ringroad yang sementara dalam penyelesaian

Kadis PUPR Kota Manado, yang beberapa waktu lalu sempat diisukan akan direbut seorang Kepala daerah di Sulawesi Utara untuk dijadikan Sekretaris Daerah ini pun terus berupaya keras mewujudkan janji politik Wali Kota Manado, GS. Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota, Mor D. Bastiaan saat kampanye Pilkada lalu.

Nantinya, kata mantan Kaban Bappeda dan Kadis Pariwisata ini menuturkan rumah sakit ini tidak hanya sebagai fasilitas kesehatan.

“RSUD ini tipe C dan awalnya kita jadikan Poliklinik dengan 190 tempat tidur. Dari lantai dua ini, nanti selanjutnya lantai 3 dan 4, kita bisa saksikan pemandangan alam kota Manado yang luar biasa indahnya,” jelas Assa bersemangat saat berada dilantai 2 RSUD Manado, Kamis (16/11/2017) pekan lalu.

Assa pun menjelaskan dengan detail keunggulan RSUD berbandrol Rp 105 miliar ini. “RSUD ini akan dilengkapi dengan gedung PMI, yang posisinya diseberang jalan, dan nanti akan dihubungkan dengan jembatan. Sehingga saat membutuhkan darah, keluarga pasien tak perlu lagi bersusah payah untuk turun, cukup menyeberang lewat jembatan penghubung. Rusunawa di depannya akan menjadi asrama perawat dan dokter,” terang Assa saat menjelaskan fasilitas RSUD yang didirikan diatas lahan 4 Ha ini.

manado

Pemandangan dari atas bangunan rumah sakit daerah Godbless

Tak hanya itu, RSUD yang akan dinamai God Bless Hospital Manado ini pun akan memiliki fasilitas paviliun untuk pasien manula. “Dibelakang kantor dinas PUPR itu nantinya akan menjadi paviliun bagi para manula. Untuk kantor dinas PUPR sendiri akan dipindah ke Mapanget, karena kantor Walikota akan dipindah disana. Eks kantor dinas PUPR sendiri akan menjadi paviliun rawat inap, agar pasien manula tak bersusah payah naik ke lantai 2,” beber Assa.

Saat ditanya apa yang dilakukannya untuk bisa menghasilkan sebuah desain RSUD Manado, Assa mengaku sempat berkeliling ke 3 negara. “Saya mendesain sendiri bangunan RSUD ini. Sebelum mendesain, saya survey ke 3 negara, Amerika, Jepang dan Malaysia, yaitu di Penang. Untuk Penang, karakteristiknya sangat mirip dengan kota Manado,” jelas Assa seraya mengungkapkan untuk pembangunan tahap pertama ini menggunakan dana APBD Kota Manado sebesar Rp 15 miliar.

Assa juga membeberkan, RSUD milik Pemkot Kota Manado ini menggunakan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). “Dibawah ada sungai Mayondi, nantinya kita akan bangun IPAL. Agar limbah rumah sakit diolah dulu di IPAL sebelum di buang ke sungai Mayondi. Sebelum pembangunan RSUD, sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 05 tahun 2012, kita sudah lakukan UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan). Sudah ada juga Feasybility Studies (FS) dan Detail Engineering Design (DED),” kunci Assa sambil terus mewanti-wanti, pasien di RSUD ini nantinya akan bisa menyaksikan pemandangan eksotik Kota Manado.

Diketahui, RSUD ini awalnya lokasi akan di dirikan di Kecamatan Mapanget. Namun karena persyaratan lokasi terkait lebar akses jalan masuk tidak layak, hanya 4-6 meter, maka lokasinya di pindah ke lokasi sekarang. Ditambah lagi pihak Balai Palma juga akan menutup jalan akses menuju ke lokasi. Selain itu, dilokasi semula tidak terdaat saluran air.(*/red)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*