Selasa, 12 November 2019

Fenomena Puting Beliung, BMKG Minta Masyarakat Waspada

manadomanadoterkini.com, MANADO – Wilayah Perairan laut Manado dikejutkan dengan penampakan fenomena alam puting beliung, meski berlangsung tidak lama fenomena alam tersebut menjadi pemandangan unik warga yang melintas di sepanjang jalan Piere Tendean Boulevar Manado.

Angin puting beliung terjadi karena udara panas dan udara dingin bertemu sehingga keduanya saling bentrok dan terbentuklah angin puting beliung. Selian itu, angin ini terjadi juga karena dalam awan terjadi arus udara naik keatas yang kuat.

Hujan belum turun dan titik air ataupun kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik keatas puncak awan. Pusaran angin puting beliung mirip seperti belalai gajah, kehadiran angin ini pun belum dapat diprediksi.

Kasie Observasi Dan Informasi BMKG Sam Ratulangi, Sutikno M.Si, kepada manadoterkini.com menyampaikan puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan 60 – 90 KM/Jam yang berlangsung sangat singkat.

“Puting beliung tersebut hanya akan berlangsung antara 5 – 10 menit, hal itu diakibatkan oleh perbedaan tekanan yang sangat besar antara area sangat lokal seperti wilayah perairan atau daratan dengan awan CB diatasnya” Ujar Sutikno.

Meski tidak berdampak langsung bagi nelayan dan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai namun Sutikno mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

“Memang saat ini gelombang di perairan Sulawesi Utara juga tinggi, rata rata pada kisaran 0,75 – 2M malahan di Sangihe dan Talaud mencapai lebih dari 2M.Jadi dimohon kepada masyarakat untuk waspada pada kondisi cuaca di akhir bulan Desember dan Januari” pungkasnya.

(Frangky Mohede)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*