Selasa, 12 November 2019

Warning Kader Beringin, Tetty : Tidak Dukung Keputusan Partai Silakan Keluar

minsel

Ketua DPD Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu SE

manadoterkini.com, AMURANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar Ibadah perayaan Natal pada Kamis (21/12) tadi malam di Aula Teguh Bersinar pusat kota Amurang.

Ibadah perayaan Natal ini di pimpin oleh ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten Minsel Pdt Lucky Tumbelaka STh.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Minsel sekaligus ketua DPD II Partai Golkar Minsel yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu SE mengucapkan selamat menyongsong Natal 2017 dan Tahun Baru tahun 2018.

Dia juga berterimah kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama Forkopimda lebih khusus masyarakat Minsel yang sudah membantu pemerintah daerah untuk bersama sama bersinergi membangun Minsel yang lebih maju.

“Dimomentum ini, kita harus saling mengasihi antar sesama, jangan saling menjatuhkan, fitna dan menjelek-jelekan orang lain,” ucap Tetty sapaan akrabnya.

Disisi lain, Tetty juga mengingatkan kepada seluruh kader partai agar jangan saling menjatuhkan dan saling fitna, apalagi dimomen pemilihan legislatif dan Pilpres yang akan dilaksanakan pada 2019 di Minsel serta Pilkada 2018 si beberapa Kabupaten/kota di Sulut.

“Jangan menciptakan perpecahan antara kader. Untuk itu di momen pilkada ini, para kader dan simpatisan harus solid untuk memenangkan pilkada di beberapa kabupaten kota,” pintanya.

Dia juga menambahkan bahwa, Partai Golkar tidak suka mencaplok kader dari partai lain.

“Golkar menerimah calon dari partai lain, jika yang bersangkutan sudah menyatakan pengunduran diri dari partainya,” tukasnya.

Karena itu, lanjut Tetty, dalam sejarah Golkar tidak pernah memanggil kembali kader yang sudah pindah partai. Walaupun kader tersebut bersama partai lain sudah memenangkan Pilkada. Dan itu merupakan arahan langsung dari ketua umum DPP Partai Golkar Ir Airlanga Hartarto.

“Contohnya, Pilkada Sangihe tahun 2016 lalu, pemenangnya dari Partai Golkar, walaupun sebelumnya kader tersebut adalah kader partai lain,” ungkapnya.

Tetty juga menegaskan, sikap Partai Golkar kedepan, harus tegas. “Jika ada kader tidak mau mengikuti aturan partai Golkar silakan meninggalkan partai,” tandasnya.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*