Selasa, 23 Oktober 2018

Petani Wori Ditemukan Tak bernyawa

manadomanadoterkini.com, MANADO - Warga Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Minahasa Utara (Minut) dihebohkan dengan penemuat mayat. Sosok lelaki yang teridentifikasi bernama Ali Sangkilang (52), warga Desa Tiwoho, Jaga III, Kecamatan Wori, ditemukan tewas tergeletak di salah satu kebun milik Ramli Elong. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.00 Wita, Minggu (7/1) kemarin.

Menurut saksi Sadam Kakalang (46), warga yang sama, awalnya sekira pukul 07.00 Wita, korban Ali pergi kekebun milik dari Ramli Elong di Desa Tiwoho. Saksi bertemu dengan korban dijalan dan sempat terlibat percakapan. “Kalau kelapa tersebut sudah selesai di panen bisa di angkat lalu bergegas kekebun,” ujar Kakalang.

Sekira pukul 09.00 Wita, saksi Sadam pergi mangangkat kelapa pada ret pertama sambil memanggil kepada korban tapi tidak ada jawaban.
Sekira pukul 11.30 Wita l, saksi kembali mengangkat ret ke dua dan memanggil juga kepada korban tapi tidak ada jawaban.

Sekira pukul 13. 30 Wita, saksi memanggil lagi. Namun tidak ada jawaban dari korban. Saksi Sadam yang mulai curiga, pergi mengecek korban sekira pukul 15.30 Wita. Disana saksi hanya menemukan tas yang berisi makanan dan minuman korban.

Setelah mencari di sekitar lokasi, saksi mendapati korban sudah tergeletak dengan posisi terlentang sudah tidak bernyawa. Disekitar korban juga bercecaran darah dari bagian pergelangan kaki sebelah kiri akibat luka sayatan. Saksi pun langsung meninggalkan korban di tempat kejadian perkara (TKP) dan pulang ke rumah untuk melaporkan kepada Hukum Tua.

Mendapat laporan tersebut anggota Polsek Wori langsung menuju lokasi kejadian. Pihak keluarga korban juga sudah di konfirmasi oleh petugas tentang kejadian tersebut. Dimana kejadian tersebut bukan pembunuhan melainkan murni kecelakaan kerja. Korban pun langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Dugaan sementara korban meninggal dunia karena kehabisan darah yang keluar dari luka di pergelangan kaki. Keluarga juga menolak untuk dilakukan Otopsi maupun visum luar kepada korban,” ujar Sahelangi.(fry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*