Jum'at, 18 Oktober 2019

Jadi Khadim, Penatua Paula Ajak Jemaat GMIM Elim Malalayang Berkomitmen Untuk Setia Kepada Tuhan

manadoterkini.com, MANADO - Setelah Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA sebagai Penatua Pria Kaum Bapa (PKB) Jemaat GMIM Elim Malalayang Satu diberi kepercayaan menjadi Khadim dalam ibadah Tahun Baru 1 Januari 2018 lalu, kali ini giliran sang isteri Prof DR Jumanadolyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA yang juga Penatua Wanita Kaum Ibu (WKI) di jemaat tersebut mendapat kesempatan naik mimbar dan memimpin ibadah Minggu (21/01) pagi tadi. manado

Penatua Paula, sapaan akrab Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang datang bersama orang nomor satu di Manado itu, tampak rileks ketika berjalan menuju mimbar gereja diiringi para Pelayan Khusus (Pelsus) di Jemaat GMIM Elim Malalayang Satu.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Alkitab Daniel 1 ayat 1 sampai 21, Penatua Paula, mengurai tentang keberadaan Daniel dan kawan-kawannya ketika hidup sebagai orang asing di Kerajaan Babel.

“Daniel memiliki intregitas sebagai orang percaya. Hidup kudus adalah panggilan Tuhan bagi kehidupan orang percaya dan Daniel telah memberi teladan bagi kita. Inilah yang dilakukan Daniel, ia berkomitmen untuk hidup kudus,” ujar Penatua Paula yang baru saja terpilih sebagai Ketua Komisi WKI Wilayah Manado Malalayang Barat. manado

Menurutnya, sebagai orang muda, bukanlah perkara yang mudah bagi Daniel dan kawan-kawannya untuk menajiskan diri dalam perkara-perkara duniawi.
Namun, karena ketaatan kepada Allah yang mereka sembah menjadikan mereka mampu bertahan meskipun harus menghadapi resiko yang besar.

“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja, dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya,” kata Penatua Paula, mengutip Alkitab dalam Daniel 1 ayat 8.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado itu, menegaskan komitmen yang ditunjukan Daniel dan kawan-kawannya di Babel untuk tetap setia kepada Allah, harus dimiliki setiap orang percaya.

“Komitmen kita sebagai umat Tuhan untuk menunjukan ketaatan ditengah kehidupan modernisasi sekarang ini harus nyata. Terutama menghadapi berbagai tantangan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus selalu berpikir Cerdas dan tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi disekitar kita yakni pengaruh-pengaruh negatif,” tukasnya.

Ibadah yang berlangsung khidmat itu dihadiri ratusan anggota jemaat GMIM Elim Malalayang Satu.(*/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*