Jum'at, 18 Oktober 2019

Kunker Komisi VII DPR RI: Pemerintah Targetkan Turunkan Emisi Karbon Hingga 30%

 

manadomanadoterkini.com, SULUT - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VII mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara. Rombongan yang diketuai oleh Ir. H. S.W. Yudha M.Sc, ME dari fraksi Partai Golkar tersebut tiba di Manado, Jumat (19/01/2017), dan langsung melakukan pertemuan dengan Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT PLN (Persero), Syamsul Huda serta perwakilan beberapa instansi terkait seperti Dirjen Ketenagalistrikan, Kementrian Lingkungan Hidup dan ESDM Provinsi Sulut. Kegiatan dilaksanakan di Meeting Room Fourpoints Hotel Manado.

Dalam kunjungan kali ini, Pemerintah (dalam hal ini DPR RI) ingin melihat program yang telah dilakukan PLN terkait pemenuhan ketersediaan listrik, sistem jaringan, rasio elektrifikasi termasuk peran LMVPP (Leasing Marine Vessel Power Plant) Zeynep Sultan berkapasitas 120 MW yang sejak awal tahun 2015 ikut berkontribusi memasok aliran listrik di Sulawesi Utara – Gorontalo. Komisi VII yang membidangi energi dan lingkungan hidup tersebut juga menghimbau PLN turut berkomitmen untuk dapat menurunkan emisi karbon di Indonesia.

“Sesuai dengan Paris Agreement tahun 2014, kita sudah komit untuk dapat menurunkan emisi karbon hingga 30% di tahun 2030, untuk itu saya harap PLN kedepanya dapat mensubstitusi energi primer yang lebih ramah lingkungan,” ujar Satya.

Saat ini sistem kelistrikan di Sulawesi dalam kondisi surplus. Provinsi Sulawesi Utara – Gorontalo sendiri memiliki reserve margin hingga 40 MW yang meningkat pesat, mengingat pada tahun 2014 PLN sempat mengalami defisit. Salah satu faktor meningkatnya pasokan listrik di dua provinsi di utara Sulawesi ini yakni beroperasinya LMVPP Zeynep Sultan disamping dengan masuknya beberapa pembangkit lainnya seperti PLTG Peaker Gorontalo.

Pada tahun ini pula, pasokan listrik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo akan bertambah dengan suplai dari PLTU Amurang unit 3 & 4 berkapasitas 2×20 MW yang rencananya akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun. Seiring dengan hal itu, pembangunan infrastruktur kelistrikan juga terus dikebut, saat ini PLN tengah membangun sejumlah pembangkit seperti PLTMG Likupang 100 MW serta PLTU Gorontalo (2 x 25 MW).

Dalam pertemuan ini pula, Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT PLN (Persero), Syamsul Huda turut mengapresiasi program-program Pemerintah seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Strategi Pariwisata Nasional, karena melalui program tersebut, PLN akan lebih fokus dan terarah dalam merencanakan penyediaan infrastruktur.

Di Sulawesi sendiri ada dua kawasan yang dijadikan sentra ekonomi khusus yakni KEK Palu di Sulawesi Tengah dan KEK Bitung di Sulawesi Utara. ”Kami ingin dorong agar perkembangan kawasan tersebut lebih baik lagi, kami sanggup dan bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik di tempat-tempat tersebut,” ujar Huda.

Usai melakukan pertemuan, keesokan harinya para anggota dewan didampingi oleh Direktur PLN melakukan site visit ke LMVPP Zeynep Sultan untuk meninjau mekanisme operasi kelistrikan di kapal milik Turki tersebut. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*