Selasa, 23 Oktober 2018

Jelang Pergantian Sekda, Pemkab Minsel Bentuk Tim Pansel

manadoterkini.com, AMURANG-Menjelang pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel mencari sosok Sekda baru. Sebagai persiapan, Pemkab membentuk tim Panitia Seleksi (Pansel) untuk melakukan lelang jabatan Sekda.

Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Kepala BKDD Minsel Drs Roy F Tiwa menjelaskan Pansel dan siapa saja yang mengisi sudah selesai terbentuk dan Surat Keputusannya (SK) telah keluar dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pansel tersebut berisi berasal dari latar belakang berbeda – beda.

“Dari provinsi 2 orang, dan 4 orang lain dari akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado,” ujar Tiwa.

Namun saat ditanya siapa yang dari Provinsi dan siapa yang dari Akademisi yang terlibat, Tiwa enggan membeberkannya.

Lanjut Dia, sosok ideal calon Sekda bagi Minsel yakni sosok senior yang mampu bekerjasama dengan baik dalam pembangunan Kabupaten Minsel yang berkelanjutan. Ia berharap dapat segera muncul kandidatnya.

Hanya saja Dia sendiri belum memastikan waktu pasti pelaksanaan lelang jabatan. Sebab, kewenangan itu milik bupati. Hanya, dia mengindikasikan proses lelang bakal digelar enam bulan sebelum masa tugas Sekda saat ini berakhir. Sejumlah persyaratan di antaranya, pejabat eselon II, berusia minimal 53 tahun dan telah mengikuti PIM II.

“Kalau dibuka untuk umum bisa dari pusat, provinsi atau daerah lain mendaftar. Tetapi kalau sekarang mungkin di internal saja sebab kita di pemkab masih banyak kader,” katanya.

Beragam spekulasi pun muncul jelang berakhirnya masa tugas Sekda Drs Danny Rindengan MSi. Sejumlah nama menguat mengisi jabatan tertinggi birokrat Minsel.

Di antaranya, Asisten Bidang Administrasi Umum James Tombokan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Denny Kaawoan, serta Kepala Bappelitbang DR Meydi Maindoka MSi.

Sementara itu, Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE sendiri belum memastikan waktu pelaksanaan. Kata dia, sejumlah hal masih jadi pertimbangan. Lagipula, Rindengan masih punya waktu untuk mengabdi. Hanya, dia menyebut bakal memilih orang yang dipercaya.

“Harus punya skill dan tahu mengimplementasikan apa yang saya mau,” jelasnya.

Terpisah, Rindengan mengaku siap kapanpun diganti. Pengabdiannya selama ini menjadi bukti kecintaan terhadap daerah.
“Tapi karena saya masih Sekda, saya fokus kerja saja tidak mau pikir yang lain,” tandasnya.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*