Selasa, 23 Oktober 2018

Grace Kandou Tak Diakomodir Pencalonan Rektor, Mahasiswa FKM Unsrat Demo

 

manadoterkini.com, MANADO - Pasca didepaknya Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Prof Dr dr Grace Kandou MKes pada pencalonan Rektor Unversitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, memicu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FKM Unsrat bergerak gelar demo.manado

Namun demo dilakukan dengan damain sebagai bentuk keprihatinan sekaligus dukungan moral, yang dilaksanakan di gedung baru FKM, Rabu (28/2/2018).

Demo atau aksi damai dilakukan dalam bentuk membubuhkan tanda tangan oleh mahasiswa FKM Unsrat. Dari pantauan manadoterkini.com, sedikitnya 360 tanda tangan terkumpul.

Ketua BEM FKM Unsrat Gerry Lengkong didampingi Ketua BPM FKM Ical Kohongia, mengatakan aksi ini merupakan spontanitas dilakukan.manado

“Kami keluarga besar FKM Unsrat merasa tergetar menyikapi masalah yang terjadi terhadap pimpinan kami Dekan FKM Prof Grace Kandou, MKes. Ini merupakan aksi spontanitas dari kami sebagai mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Sam Ratulangi,” ujar Gerry Lengkong.

Aksi damai dengan hastag FKM Bersatu, FKM Menggugat ini, menurut Lengkong merupakan tuntutan keadilan dan sebagai bentuk kecaman atas fitnahan kepada Dekan mereka oleh oknum intelektual berbaju toga di universitas kebangaan masyarakat bumi nyiur melambai ini.

“Kami ingin ada keadilan, jangan biarkan fitnah terus merusak. Isu autoplagiat yang dinyatakan terhadap pimpinan kami, juga menjadi dasar utama gerakan ini, kami sebagai mahasiswa FKM juga merasa sangat dirugikan atas semua tudingan tersebut,” tegasnya.manado

“Tolong jangan rusak nama baik kami keluarga besar FKM Unsrat. Ini aksi awal kami lewat pengumpulan tanda tangan dari seluruh civitas kampus. Kami juga ingin tegaskan bahwa kami siap turun ke jalan untuk FKM,” jelas Gerry Lengkong.

Sebelumnya usai rapat senat usai penetapan calon rektor (carek), Senin (26/2/2018),Grace Kandou sempat berujar kekecewaannya atas sikap dari penetapan bakal calon rektor tersebut.

“Sudah ada putusan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) yang mengharuskan saya diakomodir. Tapi entah kenapa hari ini hak saya seperti dizalimi,” ujarnya. (*/Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*