Rabu, 18 Juli 2018

BPSDMP Gelar Serahterimah Operasional Kapal Latih John Lie di Minsel

manadoterkini.com, AMURANG-Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menyelenggarakan acara serahterimah operasional Kapal latih Laksamana Muda John Lie pada Sabtu (10/3) di Pelabuhan Mobongo Kelurahan Kawangkoan bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Acara yang diikuti oleh para Kepala dan Pejabat perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laut di lingkungan BPSDMP, perwakilan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, KSOP Sulawesi Utara (Sulut), Perwakilan Direktur BKI Sulut dan Komisaris PT Steadfast Marine ini, bertujuan untuk melakukan Pelepasan Pelayaran Perdana atau Maiden Voyage Kapal Latih Laksamana Muda John Lie milik Balai Diklat Pelayaran (BDP) Minsel yang pembangunannya dilakukan oleh PT. Steadfast Marine.

Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan RI, Ir Djoko Sasono, menjelaskan bahwa, pembangunan Kapal Latih Laksamana Muda John Lie ini merupakan bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu karakter industri.

“Fungsi kapal latih adalah sebagai tempat pendidikan, pelatihan, peragaan dan simulasi di laut dan sebagai kelas untuk kegiatan proses pendidikan dan pengajaran yang membentuk dan mengembangkan serta meningkatkan knowledge, skill, understanding dan experience serta attitude dalam rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi pelayaran,” ujarnya.

Djoko juga berharap agar kapal latih ini menjadi kapal yang tepat untuk membangun jiwa bahari para taruna dan peserta diklat dengan kemampuan berlayar.

“Selain kapal ini akan meningkatkan kualitas dan juga mampu menjadi suatu inspirasi atau ilham bagi para calon pelaut, terutama dengan nama ini, nama pejuang, akan menjadi korelasi positif bahwa taruna akan menjadi pelaut pejuang,” ujarnya.

Dia menambahkan, kapal latih menjadi titik awal lahirnya legenda baru bagi lembaga tinggi diklat pelayaran. Hal ini karena kapal latih akan menjadi tempat melatih para calon pelaut yang kelak akan menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.

Tradisi ini adalah sebuah tradisi tua klasik yang menjadi bagian penyemangat setiap awak kapal dan sekaligus simbolisasi dari dukungan doa restu untuk keselamatan kapal dan awaknya dalam mengarungi samudera tanpa batas dengan selamat tiba di tempat tujuan. “Acara ini adalah acara yang sakral bagi kami sebagai pelaut.” tegasnya.

Kapal Latih yang diberi nama Laksamana Muda John Lie ini merupakan penghargaan kepada pahlawan nasional dari Sulawesi Utara.

Hadir dalam acara tersebut, Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi, Kepala Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Unsur Forkopimda Minsel, Kepala – Kepala Perangkat Daerah (PD) yang ada dilingkup Pemkab Minsel, para Taruna, tokoh agama, adat dan masyarakat.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*