Jum'at, 20 September 2019

Khusuk, Perjamuan Kudus di GMIM Victory Minanga Indah

manadoterkini.com, MANADO – Penghayatan akan Jumat Agung atau Kematian Tuhan Yesus Kristus oleh umat Kristiani di seluruh Dunia, Jumat (30/3/2018) kemarin, termasuk Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Victory Minanga Indah, Wilayah Malalayang Barta (Malabar), Manado.

Pdt Lidya Kandio - Waworuntu memimpin Ibadah Jumat Agung pagi hari (foto kiri) dan Pdt Imelda Mohede Saroinsong STh menjadi khadim pada Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung sore hari (foto kanan)

Pdt Lidya Kandio – Waworuntu memimpin Ibadah Jumat Agung pagi hari (foto kiri) dan Pdt Imelda Mohede Saroinsong STh menjadi khadim pada Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung sore hari (foto kanan)

Dalam memaknai karya penyelamatan Tuhan Yesus Kristus bagi umat manusia dan dosa seluruh bangsa, yang telah berkorban, disiksa, mati disalibkan di Bukit Golgota, jemaat GMIM Victory Minanga Indah menggelar ibadah Jumat Agung sekira Pukul 09.00 WITA dilanjutkan Ibadah perjamuan kudus pada Pukul 15.00 WITA (jam 3 sore) yang diikuti oleh ratusan jemaat dari 12 kolom.

Ibadah Jumat Agung pada pagi hari dipimpin Pdt Lidya Kandio Wawaruntu STh, yang mengangkat pembacaan Alkitab dari Perjanjian Baru, Yohanes 18: 1-40 dan 19:28-30. Perayaan ibadah Jumat Agung mengangkat Tema Mingguan GMIM “Setia Sampai Mati”

Dalam khotbahnya, Pdt. Lidya kembali mengingatkan Jemaat akan makna Jumat Agung jangan hanya sekedar perayaan biasa, namun menjadi titik balik bagi seluruh jemaat soal pengorbanan Yesus di Kayu Salib.manado

“Di jumat Agung ini, mengingatkan kita akan pengorbanan Yesus di kayu salib. Karena Dia Mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Setialah kepada Firman Tuhan kekal dari sekarang sampai selama-lamanya. Karena kasih karunia kita diselamatkan,” ungkapnya.

Ibadah Jumat Agung, dilanjutkan dengan sakramen Perjamuan Kudus, yang diikuti anggota sidi jemaat dipimpin Pdt Imelda Mohede Saroinsong STh. Dalam ibadah tersebut, Pdt Imelda mengambil pembacaan Lukas 23:33-43 dengan judul “Yesus Disalibkan”. Dimana dalam khotbahnya, Pdt Mohede menekankan tentang dua sisi dari kedua orang penjahat yang disalibkan bersama-Nya di Bukit Golgota.

Dalam perjamuan tersebut sidi jemaat yang dibagi beberapa kelompok, duduk di meja perjamuan yang dibentuk salib. Kemudian memakan roti tidak beragi dan meminum anggur. Setelah usai, kelompok yang lain bergantian dilayani. Kendati banyaknya anggota jemaat yang ikut perjamuan, ibadah Jumat Agung berlangsung khusuk.(aldi)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*