Korban Terakhir Overpass Ambruk Di Tumaluntung Berhasil Dievakuasi

minut

Kepala Basarnas Manado M Arifin SAN didampingi Humas Fery Arianto saat diwawancarai (kanan). Korban Dedy Ruhyadi saat dievakuasi (kiri).(foto:ist)

manadoterkini.com, AIRMADIDI -Upaya evakuasi pekerja PT Wijaya Karya (Wika) yang jadi korban bencana ambruknya jembatan (Overpass), penghubung jalan di Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Minahasa Utara (Minut), berhasil dilakukan.

Sekira 13 jam lamanya, evakuasi terhadap korban Dedy Ruhyadi asal Bandung Jawa Barat, korban terakhir yang berada dalam timbunan material pembangunan jembatan (Overpass), berhasil dilakukan oleh Tim Basarnas Manado, TNI, Polri dan pihak PT Wika sebagai pelaksana jalan tol Manado-Bitung.

“Korban terakhir atas nama Dedy berhasil dievakuasi pada pukul 02.30 Wita, Rabu (18/4/2018) dini hari, dari reruntuhan material jembatan. Dan evakuasi terhadap para korban sebanyak 3 orang, dimana pada sore kemarin, 1 korban berhasil kita keluarkan dari reruntuhan dalam keadaan selamat, dan 2 korban lainnya telah meninggal dunia, dengan hasil tersebut pencarian kita tutup,” ujar Kepala Basarnas Manado M Arifin SAN, usai mengevakuasi korban, pada dini hari tadi.

Dalam proses evakuasi yang dilakukan dari siang kemarin, sampai dini hari tadi, selain Kepala Basarnas Manado, juga terus dimonitor Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH, beserta jajarannya. Hadir juga Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, Camat Kauditan Alpert Pusungulaa dan Kumtua Desa Tamaluntung Ivonda Nusah.(Pow)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan