Manado Darurat Kawasan Hijau Pesisir

manadomanadoterkini.com, MANADO -Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (IMPWK) Universitas Samratulangi menggelar aksi menanam mangrove, Sabtu(28/04) sekitar pukul 09.00 Wita di wilayah pesisir Pantai Bahowo, Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken.

Kegiatan tersebut mengusung tema “manado darurat kawasan hijau pesisir,mari jo batanam”, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tunas baru ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang juga melibatkan sejumlah pihak pemerintah kota manado.

Selaku penggerak aksi masa, Lisa Lautetu menegaskan kegiatan yang juga dirangkaikan memperingati hari bumi itu, digelar untuk melestarikan kawasan hijau di kota manado yang semakin tersisihkan.

“Tujuan utamanya mengajak generasi muda untuk saling peduli pada lingkungan. Maka dari itu kami berinisiatif untuk melakukan kegiatan ini dengan tujuan untuk menjaga benteng hijau dan ekosistem pesisir agar tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dia berharap kelak agar wilayah hijau tidak tergerus oleh perkembangan di sektor ekonomi, sehingga lingkungan tetap lestari dan bisa dinikmati oleh anak cucu kedepannya.

Selain dihadiri mahasiswa yang peduli dengan lingkungan, turut hadir juga Lurah Tongkaina Yani Kalangi selaku perwakilan dari Pemkot Manado, sangat mengapresiasi dan mendukung program kawasan hijau tersebut.

“Saya merasa bangga kepada anak muda khususnya mahasiswa PWK universitas samratulangi yang masih perduli akan kawasan hijau seperti ini, mereka tidak seperti anak muda zaman sekarang yang kurang berminat dalam kegiatan lingkungan seperti ini,” pungkasnya

Lurah yang baru setahun menjabat itu mengatakan dalam kegiatan ini perlu peran penduduk terutama yang bermukim di kawasan pesisir.

“Karena menjaga ekosistem pantai merupakan tugas bersama, tidak hanya dibebankan kepada pemerintah daerah tapi juga oleh warga. Budi daya mangrove sangat penting demi menjaga agar lingkungan pantai tidak rusak oleh hantaman gelombang laut,”tegasnya.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan doa, diilanjutkan dengan menyerahan 100 bibit muda pohon mangrove disaksikan mahasiswa dan para pemerhati lingkungan serta masyarakat.

Kepala lingkungan Benyamin Loho yang juga ikut Menurut dia, mangrove tersebut selain memiliki fungsi penahan abrasi, tetapi juga memiliki nilai estetika diwilayah pesisir.

“Karena mangrove ini jugalah yang membuat Bahowo lebih dikenal oleh masyarakat luas, bahkan wisatawan mancanegara,” katanya.

Selaku Ketua Kelompok Tunas Baru, Ibu Nova tak luoa mengucapkan terima kasih. “Saya ucapkan terima kasih dari mahasiswa yang mempunyai inisiatif menyelamatkan hutan mangrove. budidaya mangrove juga sangat bermanfaat. Sehingga diharapkan mahasiswa yang hadir tidak hanya sampai disini kegiatannya, tetapi kembali lagi untuk memonitoring mangrove yang ditanam,”tutupnya. (angky)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan