Kamis, 19 September 2019

IAIN Manado Tolak Paham Radikal

manadomanadoterkini.com, SULUT – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado DR Rukmina Gonibala menegaskan bahwa pihaknya menolak paham radikalisme masuk dalam kurikulum perkuliahan.

“Kami Perguruan Tinggi Keagamaan dan Sekolah Tinggi Keagaman lain sebenarnya sangat sulit disusupi oleh paham radikalisme. Mahasisa saat masuk di IAIN telah ditanam nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Begitu juga perkuliahan bersifat ekstra bukan hanya di kurikulum, nilai-nilai Keindonesiaan, Keislaman dan Pancasila itu selalu disampaikan kepada mahasiswa,” jelas Gonibala.

Dia menambahkan IAIN saat ini baru berjalan memasuki 4 tahun setelah 17 Oktober 2014 transformasi dari STAIN menjadi IAIN sedang mempersiapkan SDM serta Infrastruktur maupun tenaga pendidik seperti dosen dengan Renstra pada tahun 2020 IAIN sudah menjadi Universitas.

“Untuk menjadi Universitas itu persyaratannya banyak terutama lahannya kemudian infrastruktur, kemudian tenaga dosen, kemudian akreditasi mahasiswa dari luar negeri harus ada karena itu nanti di bulan September nanti mahasiswa dari Thailand 5 orang kemudian dari Philipina juga akan datang kuliah disini” kata Gonibala kepada wartawan belum lama ini.

Lanjut Gonibala, saat ini IAIN Manado terus melakukan inovasi berbenah agar Ranstra pada tahun 2020 untuk menjadikan IAIN menjadi Universitas dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan.

“September nanti ada mahasiswa dari Thailand akan datang kuliah di IAIN. Mahasiswa kami juga KKN tidak di Indoensia, mereka KKN di Malaysia dan Thailand,”pungkasnya dan menerangkan saat ini jumlah mahasiswa hampir 3000 sedangkan dosen 100 lebih. (*/Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*