Minggu, 23 September 2018

OD-SK Terima Penghargaan di Bidang Ekonomi Dari Presiden Joko Widodo

 

manadomanadoterkini.com, SULUT - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandou yang dinilai mampu menjaga stabilitas dibidang ekonomi.

Penghargaanpun diberikan Jokowi dalam acara Rakornas TPID, Kamis, (26/7/2018) di Jakarta kepada Olly Dondokambey karena Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara dinilai terbaik dalam hal; mengendalikan dan menjaga stabilitas harga, ketetsedian pasokan kebutuhan pokok, rantai distribusi (kerjasama perdagangan), dan komunikasi yang efektif dari Tim Ekonomi dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder penggerak pertumbuhan eknomi di daerah, termasuk sektor bidang pertanian, perikanan, perkebunan, perindustrian, perdagangan, pariwisata, serta bidang infrastruktur (perhubungan dan ke-PUan) mampu berkolaborasi dengan baik.

Tim TPID Provinsi Sulawesi Utara dipimpin langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey mampu menekan tingkat kemiskinan 7,8% ditahun 2018 dibanding dengan tingkat kemiskinan Nasional 9.8%, artinya Sulut masih relatif lebih baik serta yang terbaik di Sulawesi.

Pada tahun ini Rakornas TPID mengangkat tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkualitas”.

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran anggota TPID di daerah yang telah mampu mengendalikan inflasi sehingga dapat terjaga dibawah 4% selama 3 tahun terakhir.

Presiden juga mengimbau agar koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat terus ditingkatkan. Bersamaan dengan kegiatan Rakornas, Presiden juga memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang telah melaksanakan kegiatan pengendalian inflasi dengan baik sehingga mampu menjaga stabilitas harga.

Sementara itu Gubernur Olly sendiri memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder terkait dan tim TPID Sulut yang selalu bekerja keras dalam menjaga inflasi daerah.

Menurut Olly terkendalinya bahan makanan menjadikan faktor rendahnya inflasi di tahun 2017 karena produktivitas dan produksinya terjaga dengan baik.

“Sejak dilantik sebagai Gubernur Sulut, Inflasi menjadi fokus perhatian di Propinsi Sulawesi Utara karena tingkat inflasi di Sulut selama itu paling tinggi di Indonesia berkat kerja keras semua Tim TPID inflasi Sulut bisa ditekan,” ujar Olly Dondokambey.

Olly menambahkan dalam 2 tahun pemerintahannya, inflasi di Sulut  bisa dikendalikan mulai dari produksi sampai dengan distribusi logistiknya di atur dengan baik, seperti contoh “Barito” tim TPID bekerjasama dgn tim PKK Sulut serta semua lembaga masyarakat menyiapkan bibit untuk Petani 5 bulan sebelum pelaksanaan hari besar keagamaan seperti Natal dan Lebaran, sehingga kebutuhan Barito dapat tersedia dan juga dimonitor bahan apa yang menyebabkan inflasi.

Dengan prestasi ini Olly Dondokambey berharap Tim TPID dapat terus bekerja keras dalam menekan angka inflasi daerah.

Diketahui pada Januari 2018 Sulut mencatat inflasi sebesar 0,49 persen (mtm) atau secara tahunan sebesar 1,83 persen (yoy). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan Bulan Desember yang tercatat sebesar 0,51 persen (mtm) atau secara tahunan 2,44 persen (yoy), dan dibandingkan dengan inflasi pada Januari 2017 sebesar 1,10 persen (mtm).

Rakornas TPID sendiri merupakan kegiatan rapat tahunan yang diselenggarakan oleh Pokjanas TPID Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Bank Indonesia.

Rapat dipimpin langsung oleh Presiden RI dan dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, jajaran Menteri serta seluruh Kepala Daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) seluruh Indonesia.

Rakornas bertujuan untuk memperkuat sinergi dan sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dalam upaya pengendalian harga. (*/Rizath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*