Sabtu, 18 Agustus 2018

Olly Dondokambey: Pemerintah Tidak Bisa Intervensi Harga Kopra

 

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Harga komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni kopra mengalami penurunan penurunan cukup jauh sebesar 25 persen dari perdagangan sebelumnya.

Olly Dondokambey mengatakan turunnya harga kopra karena biasanya mengikuti harga minyak dunia. Kopra juga merupakan barang bebas dan tidak bisa diintervensi sehingga selalu mengikuti perkembangan minyak mentah dunia.

“Yang jelas pertama pemerintah tidak bisa intervensi harga kopra, karena harga kopra itu harga yang ada di pasar (Belanda) dan APBD kita juga tidak punya kemampuan untuk mengintervensi harga kopra,” tegas Olly kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulut akhir pekan lalu.

Olly menambahkan pemerintah Provinsi telah mengambil langkah-langkah untuk menaikkan pendapatan petani salah satunya dengan melakukan perbaikan proses produksi dari bahan mentah menjadi bahan siap pakai.

“Pemerintah lagi mempersiapkan alat-alat untuk memproduksi kopra kita menjadi minyak kelapa langsung, ini kita akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga supaya bisa langsung dipasarkan, sehingga nilai tambah ini harus ada. Ketiga kita lagi berupaya supaya turunan dari produk kopra ini bisa menjadi nilai tambah,” jelas Olly Dondokambey.

Diapun mengakui, dengan turunnya harga kopra otomatis pendapatan petani berkurang sehingga pemerintah terus berupaya melakukan berbagai terobosan dibidang pertanian.

“Saya juga biasa dapat doi (uang) kopra dua ratus juta tiap panen, tapi sekarang sudah berkurang, berkurang banyak,” kata Olly yang hobi bertani bila ada waktu senggang. (Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*