Kamis, 18 Oktober 2018

Karena Emosi Tak Bisa di Tahan, Anak Tiri Tebas Tangan Orang Tuanya

manadomanadomanadoterkini.com, MANADO - Nasib malang dialami lelaki Fery Tambuwun (58), Warga Kelurahan Paniki Dua Kecamatan Mapanget. Pasalnya lelaki yang di ketahui lanjut usia (lansia) ini harus mendapat perawatan medis setelah kedua tangannya ditebas dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang oleh lelaki berinisial ST alias Steven (37) yang tak lain adalah anak tiri dari korban. Kejadian tersebut terjadi dirumah korban pada Kamis (23/8) sekitar 22.00 Wita.

Dari informasi yang dirangkum, peristiwa itu berawal saat pelaku yang diketahui seorang buruh bangunan ini baru saja pulang dari tempat kerjanya dalam keadaan sudah mengkonsumsi minuman keras (miras). Sesampainya dirumah korban, pelaku melihat ibu kandungnya bersama korban sedang bertengkar.

Melihat hal tersebut, pelaku mencoba untuk memisahkan keduanya. Tak lama kemudian istri pelaku datang dan mencoba untuk membawa pulang pelaku kerumah mereka yang tak jauh dari rumah korban. Namun saat pelaku hendak pulang kerumah, tiba tiba korban mendorong ibu kandung pelaku di bagian dada.

Kage melihat hal tersebut, pelaku yang sudah dalam emosi langsung mengambil sajam jenis parang yang berada di rumah korban dan langsung menebas korban secara membabi buta. Beruntung tebasan dari pelaku dapat ditangkis oleh korban dengan kedua tangannya. Akibatnya, kedua tangan korban mengalami luka tebasan.

Usai menganiaya korban, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban yang sudah bersimbah darah dibantu warga sekitar dibawah kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Mapanget AKP Johanis Pagayang ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut, “Usai menganiaya korban, pelaku langsung menyerahkan diri di Mapolsek. Dan korban sekarang berada di Rumah Sakit Auri untuk mendapatkan perawatan medis karena luka yang dialami cukup serius,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*