Kamis, 18 Oktober 2018

Kerja OD-SK, Ekonomi dan Pembangunan Sulut Jadi Hebat

Sulut

MENAPAKI dua tahun setengah masa kepemimpinan Olly Dondokambey SE dan Drs. Steven Kandouw [OD-SK] sebagai Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut dalam memperjuangkan amanat rakyat, di tengah HUT Ke-54 Provinsi Sulawesi Utara pengabdian dengan ketulusan dan keikhlasan ditunjukkan OD-SK demi mempersembahkan kinerja terbaik kepada Rakyat Sulawesi Utara menjadikan Provinsi yang dikenal dengan Nyiur Melambai ini menjadi hebat.

Sulut

Dimasa awal kepemimpinan OD-SK pada tahun 2016, Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw mencetus program yang brilian dan strategis yang dikenal dengan ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) sebagai instrument Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016 – 2021, untuk menangani secara serius masyarakat miskin di Sulut yang pada waktu itu cukup tinggi.

Sulut

Berbagai kerja keras Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam membangun Sulut lewat program ODSK pun mendapat apresiasi baik dari kalangan masyarakat maupun pemerintah pusat.

Lewat visi “Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw mulai membangun Sulut menjadi lebih hebat.

Sulut

Dengan misi mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa; Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing; Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing; Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri; Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan; Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur; Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik tersebut menjadikan “Sulut Hebat” bukan hanya mimpi.

Dibidang Pembangunan:
Melalui program pengentasan kemiskinan “Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan” (ODSK), Provinsi Sulut pemerintah pusat melirik Sulut dengan penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik 2018 yang diberikan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menpan RB Syafruddin dan diterima oleh Asisten Administrasi Umum Praseno Hadi, di hotel Shangrila Surabaya, Rabu (19/9/2018).

Sulut

Bukan tanpa alasan ide brilian Olly-Steven lewat program ODSK mendapat apresiasi. Dalam sambutannya Menpan RB mengatakan, pemerintah mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional diangkat dan dijadikan program nasional. Selain itu, pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) di daerah  harus diteruskan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di tanah air.

Dari Top 99 inovasi 2018, banyak juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam berusaha, sejalan dengan upaya mempercepat pembangunan nasional. Kuatnya pilar perekonomian daerah bertumpu pada dua hal, yaitu masuknya investasi ke Indonesia dan iklim perekonomian yang sehat. Keduanya bertopang pada penyelenggaraan kemudahan investasi dan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB).

Sulut

Program ODSK berhasil mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena Pemprov sulut dianggap berhasil melakukan inovasi publik dengan melaksanakan program pengentasan kemiskinan, dalam kurun waktu 2 tahun angka kemiskinan Sulut berhasil turun secara signifikan.

Dimana pada tahun 2016 berada di angka 8,34 dan pada tahun 2018 7,8 persen. Keberhasilan program ODSK ini telah dipaparkan langsung oleh Sekrprov Edwin Silangen kepada tim penilai 99 Inovasi Publik tahun 2018.

Sulut

Pembangunan Bendungan Lolak dengan nilai kontrak sebesar Rp. 830 milyar, dengan realisasi fisik sampai dengan tahun 2016 sebesar 56,95%, dan ditargetkan selesai pada tahun 2019; Pembangunan Bendungan Kuil dengan nilai kontrak 1,5 triliun dengan realisasi fisik sampai dengan tahun 2018 sebesar 29,54%, ditargetkan selesai pada tahun 2019;

Daerah irigasi wewenang Provinsi Sulut terdiri dari 12 daerah irigasi dengan luas daerah 18.302 ha dengan pencapaian penanganan daerah irigasi luas fungsional 13.695 ha (75%).

Sulut

Kinerja jalan Provinsi DD1 tahun 2017 mencapai 71,250%, dengan perincian sebesar 22,55% berada dalam Kondisi baik dan 48,70% untuk Kondisi sedang. Panjang jalan yang sudah terbangun sesuai SK terakhir sepanjang 926.737 km, dan masih akan dipacu lagi pembangunan jalan sepanjang 45,527 km sesuai perencanaan;

Penurunan luas kawasan kumuh sebesar 3,26%, peningkatan pelayanan Akses air minum, dan peningkatan pelayanan Akses sanitasi sebesar 7,93% pada tahun 2017.

Sulut

Diidang Ekonomi:
Secara makro, Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara mengalami peningkatan sebesar 0,15%, dari angka 6,17% di tahun 2016 meningkat menjadi 6,32% di tahun 2017. Sedangkan untuk PDRB di tahun 2017, harga berlaku berada pada angka 110.16 triliun rupiah dan untuk harga konstan berada pada angka 79.50 triliun rupiah, untuk tahun 2018 pada semester pertama PDRB harga berlaku berada pada angka 56.02 triliun dan untuk harga konstan berada pada angka 39,55 triulun rupiah.

Angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2016 mampu ditekan hingga pada angka 8,20% dan terus menurun hingga pada angka 7,9% di tahun 2017. Sedangkan angka pengangguran pada tahun 2016 sebesar 6,20% mampu ditekan hingga 6,18% di tahun 2017, dan di smester pertama tahun 2018 berada pada angka 6,09%.

Begitu juga untuk Inflasi Sulawesi Utara Tahun 2016 sebesar 3,31%, turun menjadi 2,44% di tahun 2017. Hal ini turut di dorong oleh gerakan menanam BARITO (bawang, rica, tomat) yang dinilai berhasil memberikan kontribusi positif dalam pengendalian inflasi daerah, bahkan Sulawesi Utara melaui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai TIPD terbaik tingkat Provinsi di kawasan Sulawesi.  

 Sulut
Keberhasilan ekonomi di Sulut tak lepas dari peran pengelolaan keuangan daerah yang baik. Target Pendapatan Daerah (PATDA) tahun anggaran 2017 ditetapkan sebesar Rp.3.723.697.617.672,- dengan realiasi keuangan tahun 2017 sebesar Rp.3.731.901.683.007,- atau mencapai 100,22%. Sedangkan untuk belanja daerah tahun anggaran 2017 direalisasikan sebesar Rp.3.102.919.696.394,- atau mencapai 92,18%; belanja operasi realisasi sebesar Rp.2.344.089.708.829,- atau 93,32%; belanja modal realisasi sebesar Rp.757.829.987.565,- atau 88,99%; belanja tak terduga realiasi sebesar Rp.1.000.000.000,- atau mencapai 40%; dan transfer realiasi sebesar Rp.477.652.097.035,- atau mencapai 98,12%.

Keberhasilan Pengelolaan Belanja Transfer Pemprov. Sulut untuk 4 kabupaten pemohon dana tidak terduga sejumlah 1.112 permohonan hibah, 35 permohonan bantuan sosial, dengan realisasi kinerja 100%.

Tersedianya Perda tentang APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2018 (Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2017), Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2017 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2018 secara tepat waktu. Penerapan Transaksi non tunai berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor:900/2950.1/Sekr.BPKADB, dalam rangka peningkatan efektif dan efisien belanja daerah, guna mewujudkan tertib administrasi pengelolaan kas, peningkatan pengendalian internal pengelolaan kas, menghasilkan posisi kas harian secara real time.

SUlut

 Penambahan Unit Pelayanan SAMSAT Pembantu, SAMSAT Corner, SAMSAT Keliling, dan SAMSAT Drive-through; Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan melalui pengembangan system pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui aplikasi E-SAMSAT dan program SEE SAMRAT yang digunakan untuk penulusuran dan penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor.

 Dalam pengelolaan keuangan ini Pemerintah Sulawesi Utara mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk pengelolaan keuangan Tahun Anggaran 2016, keberhasilan ini mampu dipertahankan, untuk kembali meraih pengharggaan yang sama dalam pengelolaan keuangan di tahun 2017.

“Hal ini merupakan dinamika dalam setiap proses pembangunan, tetapi yang pasti setiap keberhasilan akan makin memotivasi kita untuk terus berbuat dan berkarya bagi kemajuan daerah tercinta, dan setiap kegagalan dan kekurangberhasilan akan senantiasa menjadi pembelajaran yang berarti untuk perbaikan dan penyempurnaan di tahun-tahun mendatang,” tutup Olly Dondokambey saat menyambut HUT Ke-54 Provinsi Sulawesi Utara. (Advetorial/Rizath)

Sulut

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*