Jum'at, 14 Desember 2018

Kandouw : HIV/AIDS di Sulut Berlaku Fenomena Gunung Es

manadomanadoterkinu.com, SULUT – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw menegaskan bahwa narkoba sudah sampai ke anak-anak Sekolah Dasar (SD).

Hal itu disampaikan Steven Kandouw dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Program Pencegahan Penanggulangan HIV/AIDS  dan Penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Sulut Tahun 2018 di Manado, Jumat ( 16/12/2018).

Dalam sambutannya  Kandouw yang didampingi Kepala Biro Kesra dr Kartika Devi Kandouw -Tanos MARS mengatakan sangat setuju dengan penanggulangan HIV/AIDS dan  Narkoba, karna itu yang merupakan musuh Bangsa Indonesia termasuk di Sulut karena dampak negatif yang timbulkan sangat besar yang dapat merusak generasi penerus bangsa.

” Karena HIV / AIDS dan Narkoba di  Sulut berlaku fenomena gunung es. Kelihatan sedikit tapi di bawah banyak,” kata Kandouw.

Untuk itu Kandouw menegaskan penanggunlaggannya yaitu dengan koordinasi horizontal, antara tokoh masyarakat, pemerintah dan  koordinasi vertikal yaitu perlu koordinasi yang holistik dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/ kota.

“Karena bahaya narkoba ini semakin meraksasa bukan semakin mengecil, untuk memerangi ini butuh usaha yang besar, karena narkoba ini sudah sampai ke sekolah-sekolah dari SD, SMP  dan SMU” ujar Kandouw.

Sebelumnya  Kepala Bagian Kesehatan Perlindungan  Perempuan dan Anak Pemberdayaan Desa dan Kawasan  Biro Kesra  Sekretariat Daerah Provinsi Sulut Vera Maya Pinontoan dalam laporannya mengatakan tujuan dan manfaat adalah untuk sinkronisasi, kebijakan dan program pencegahan penanggulangan dan penyalahgunaan narkoba antara pemerintah Pusat, Provinsi dan kabupaten kota serta pemantapan program pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids dan narkoba yang melibatkan instansi teknis terkait tingkat Provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat terutama perwakilan dari kalangan anak muda di Sulawesi Utara, katanya.

Diharapkan pelajar mampu mengerti dan memahami penyebab dan dampak serta tips bagi masa depan generasi muda. Pelajar juga dijarapkan mampu mengerti dan memahami syarat menjadi bagian dalam sosialisasi karena betapa seriusnya dampak buruk yang ditimbulkan bagi masa depan pribadi keluarga dan bangsa.

Turut hadir Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyakit Menular Dokter Sinurtina Sihombing, Assisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota dan Para Siswa. (*/Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*