Jum'at, 14 Desember 2018

Pemprov Sulut Panggil Lima Perusahaan Raksasa Pengelolah Kopra, Pengusaha Janji Harga Bakal Naik

 

manadomanadoterkini.com, SULUT - Guna mencari solusi untuk menaikkan harga kopra yang anjlok di pasar dunia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memanggil lima pengusaha raksasa pengelolah kopra di Sulut.

Kelima perusahaan tersebut adalah PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Bitung, Salim Ivomas Pratama Bitung, Agro Makmur Raya Bitung, Cargill Indonesia Amurang dan PT. Bukit. kelima pimpinan perusahaan tersebut menemui Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw di ruang rapat Wagub Sulut, Selasa (4/12/2018).

Dalam pertemuan itu, Steven Kandouw meminta agar perusahaan menaikan harga beli kopra.

“Untuk kemanusiaan, tolong naikan sedikit harga beli, saat ini petani sedang susah, jadi tak ada salahnya perusahaan juga bisa menggerus sedikit keuntungan untuk memberi sedikit kelegaan kepada petani. ” kata Steven Kandouw.

Meski memahami harga kopra di pasar dunia saat ini anjlok dan perusahaan juga cari untung serta ada biaya yang harus dipenuhi perusahaan namun permintaan Pemerintah Provinsi Sulut menaikkan harga kopra menjelang Natal akhirnya dapat dipenuhi perusahaan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Steven Kandouw menjelaskan pemerintah memang tidak dapat mengatur atau mengintervensi harga kopra. Penyebabnya karena harga kopra diatur oleh pasar dunia, sedangkan kopra hanya merupakan komoditas substitusi sebagai bahan baku minyak goreng.

“Harga kopra turun hingga 623 dollar per metrik ton pada September 2018. Jadi ini bukan permainan pasar tetapi memang terjadi di seluruh dunia,” kata Kandouw.

Saat ini harga kopra di tingkat petani berada di kisaran Rp 3.500 sampai 4.000.

“Atas nama bapak Gubernur, berterima kasih karena menyanggupi kenaikan harga kopra di Sulut,” ujar Steven Kandouw saat rapat dengan pimpinan perusahaan yang disaksikan langsung para wartawan. (Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*