Selasa, 20 Agustus 2019

Felly Runtuwene Ancam Laporkan Pembuat dan Penyebar Video Uang dalam Pulpen

 

manadomanadoterkini.com, SULUT - Isu dugaan kampanye di lingkungan Kampus Universitas Negeri Manado (Unima) yang menerpa kader Partai Nasdem Sulawesi Utara (Sulut) Felly Runtuwene di media sosial akhirnya diklarifikasinya.

Dia mengungkapkan, dirinya hadir di Kampus Unima Tondano atas undangan tertanggal 21 Januari 2019, dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unima, untuk memberikan materi kepada mahasiswa pembekalan KKN Unima tahun 2019, bertopik “Membangun Jiwa Kewirausahaan” kepada mahasiswa pembekalan KKN Unima tahun 2019.

Kapasitasnya, lanjut dia, adalah sebagai seorang yang memiliki basic pengusaha sukses, sebelum terjun ke dunia politik, sehingga diharapkan dapat memberikan rangsangan untuk berwirausaha kepada mahasiswa Unima yang sedikit lagi akan menyelesaikan pendidikan S-1 nya.

“Selama hampir dua jam (14.30 – 16.30) dengan 29 slide power point, ibu menjelaskan tentang wirausaha itu seperti apa, kiat-kiat dan strategi dalam wirausaha, hingga menceritakan pengalaman hidupnya dalam meniti karir sebagai pengusaha,” katanya, Selasa (29/1/2018).

Selama hampir dua jam itu, dia mengaku tidak pernah sekalipun membahas tentang partai politik apapun, atau membahas tentang pemilihan calon legislatif. “Dalam penyebutan pengenalan riwayat hidup sekalipun hanya disebutkan bahwa Ibu merupakan Komando Pemenangan Wilayah dari salah satu partai politik,” ungkapnya.

Dia menegaskan, dua orang mahasiswa yang mampu menjawab tantangan dan memberikan argumen yang tepat tentang kewirausahaan, diberikan tambahan modal usaha, yang diserahkan oleh Ketua Panitia Pembekalan. “Dalam amplop putih polos tanpa nama ataupun logo,” tukasnya.

“Terkait adanya pulpen bertuliskan FER dan Partai Nasdem yang beredar saat penyampaian materi, merupakan misscommunication dari tim properti FER, yang menganggap setiap pertemuan, pulpen diturunkan di lokasi acara. Ketika diturunkan pula langsung dibagi oleh sesama peserta pembekalan kepada teman-temannya, tanpa ada koordinasi. Pulpen tersebut sebenarnya dikhususkan kepada relawan pemenangan FER,” jelasnya.

“Terkait pula dengan 17 dus souvenir yang diberikan moderator kepada 17 orang penanya sebagai wujud apresiasi kepada 17 orang peserta tersebut. 17 dus souvenir yang sudah terlanjur dibagikan ternyata berisi jam dinding yang sudah berstiker FER, karena kelalaian tim properti FER yang salah menurunkan souvenir. Padahal telah disiapkan souvenir jam dinding polos tanpa tambahan stiker,” terangnya.

Dia juga mengklarifikasi video yang menampilkan uang dalam isi pulpen tersebut. “Kami tegaskan bahwa sama sekali tidak benar (Hoax). Pelaku dan penyebar video tersebut akan kami proses kepada pihak yang berwajib,” sambungnya.

Dia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berniat untuk melakukan kampanye di kampus kecintaan masyarakat Manado itu. “Tidak ada niat dari Ibu untuk berkampanye di dalam kampus. Jika niat itu ada, tidak mungkin hanya membagikan 17 jam dinding berstiker dari hampir dua ribuan peserta yang ada, ataupun bisa saja berorasi ketika sedang membawakan materi. Namun hal itu tidak dilakukan,” akunya.

Dirinya juga menyatakan permohonan maaf kepada pihak Unima atas ketidaknyamanan yang terjadi di sekitar kampus.

“Kami memohon maaf kepada panitia pembekalan dan civitas Unima atas ketidaknyamananan ini. Semoga dengan adanya klarifikasi ini, dapat memberikan keterangan yang sebenar-benarnya,” pungkasnya. (***/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*