Rabu, 20 November 2019

Di Kota Bitung Ada Sekolah Hutan, 20 Siswa SD Mulai Dilatih

manadomanadoterkini.com, BITUNG - Sekolah Hutan (SH) merupakan satu diantara 5 bidang dari Sekolah Lingkungan Kota Bitung (SLKB). Visi Sekolah Hutan sendiri untuk

Terwujudnya individu yang menghargai dan mencintai alam, serta bangga berperan aktif dalam melindungi hutan.

Sementara Misi Sekolah Hutan adalah Menumbuhkan rasa cinta, empati dan bangga akan keanekaragaman hayati, Membina kemandirian, kepercayaan diri, dan kerjasama siswa melalui kegiatan belajar di luar ruangan dan Mendorong perubahan perilaku pro-lingkungan dengan menginspirasi siswa untuk mengambil tindakan dalam melindungi hutan.

SLKB ini digagas oleh Dra Khouni Lomban Rawung, MSi sejak tahun 2017. Sekolah Lingkungan Kota Bitung sendiri memiliki 5 bidang yaitu: Sekolah Hutan (SH), Sekolah Sungai (SS), Sekolah Laut (SL), Sekolah Gunung (SG), Sekolah 5 Bersih (S5B).

Bertempat disalah satu Resort yang di Kota Bitung, Wali Kota Max J Lomban membuka secara resmi kegiatan Sekolah Hutan, Sabtu (02/02/2019). Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bitung berharap agar Sekolah Lingkungan menghasilkan anak-anak Bitung yang mencintai lingkungan serta memiliki rasa tanggung jawab atas kelestarian lingkungan yang ada disekitar mereka dan hal ini perlu ditanamkan sejak usia dini.

“Sehingga hal ini harus menjadi perhatian dan tangung jawab kita bersama dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan yang baik dan benar kepada anak-anak ini,” katanya

bitungSementara itu, “bunda Khouni” sapaan akrab Dra Khouni Lomban Rawung selaku kepala SLKB merasa bersyukur karena kegiatan ini boleh terlaksana.

“Setelah diinisiasi pada awal tahun 2017, kegiatan perdana ini bisa terwujud melalui kerja sama Sekolah Lingkungan Kota Bitung dengan Yayasan LORA Peduli dan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia dalam EPASS (Enhancing the Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation) Project,” ujar bunda Khouni

Ditambahkan bunda Khouni bahwa Peserta angkatan pertama ini dengan total 20 orang melibatkan siswa siswi dari 16 Sekolah Dasar di sekitar zona penyangga hutan Tangkoko, Bitung yang merupakan habitat penting bagi Yaki dan satwa endemik lainnya di Sulawesi Utara.

“Materi-materi yang diajarkan dalam Sekolah Hutan ini bertujuan menarik minat siswa untuk belajar tentang hutan, mengerti pentingnya hutan bagi manusia dan makhluk hidup lain serta ancaman-ancaman terhadap hutan sehingga anak-anak dapat diajak untuk mengambil bagian dalam berinisiatif melestarikan hutan,” katanya

Pada kesempatan ini pun bunda Khouni membagikan botol air minum (tumbler) untuk peserta dan mengingatkan untuk selalu menjaga lingkungan, Sekalian dengan Program peduli lingkungan pemerintah kota Bitung yaitu “BITUNG GO GREEN, LESS PLASTIC CITY” dengan cara membawa tumbler dan mengurangi sampah plastik.

Sementara itu juga, Prisilia Morley Loijens, Koordinator Edukasi Selamatkan Yaki berharap sekolah Hutan dapat diikuti oleh lebih banyak siswa-siswi di Kota Bitung dan kedepannya dapat diadopsi oleh kurikulum pendidikan di Sulawesi Utara. (REFLY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*