Selasa, 17 September 2019

DPRD Nilai Penarikan Guru Swasta di Tomohon Tidak Relevan

manadoterkini.com, AMURANG – Penarikan Guru ASN yang mengajar di sekolah swasta mendapat sorotan dari DPRD Kota Tomohon. Penarikan tenaga pendidik ini tidak relevan diimplementasikan di Kota Tomohon, yang notabenenya adalah Kota Pendidikan juga. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Tomohon Miky Wenur. Menurut Dia penerapan kebijakan ini harusnya dievaluasi kembali oleh SKPD terkait.

“Jangan sampai kegiatan belajar mengajar di sekolah swasta terganggu. Bagaimanapun juga, pilihan mendapat pelayanan pendidikan ada di tangan orang tua siswa. Harusnya pemerintah bisa melihat kondisi ini, mempertimbangkan kembali,” ujar Wenur.

Ditambahkannya, kondisi tenaga pendidik jika dibandingkan antara pengajar swasta dan ASN. Masih lebih banyak kategori pengajar dari sekolah swasta. Meski dominan, kondisi ini justru menjamin peserta didik,  mendapatkan edukasi dan literasi secara optimal pastinya.

“Kurang lebih 60 sekolah di Tomohon itu swasta sisanya negeri. Nah, bagaimana pelayanan pendidikan bisa jalan, kalau tenaga pengajarnya ditarik. Saya berharap kebijakan penarikan guru ASN di sekolah swasta ini bisa ditinjau kembali, sangat tidak cocok jika diterapkan di Tomohon,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Kristen I Tomohon Altje Liuw mengatakan, dirinya yang juga pengajar ASN yang bekerja  di sekolah swasta. Tak bisa berbuat banyak, perihal penerapan kebijakan ini. Memang, kata dia, pola yang selama ini berjalan, harusnya tak perlu diubah lagi. Mempertimbangkan kondisi sebaran guru di Tomohon, yang dinilai belum ideal.

“Khusus sekolah kita saja ada  35 guru ASN dari total 72 tenaga pengajar. Harusnya pemberlakuan kebijakan ini melibatkan kita juga para pengajar. Jangan sampai anak didik yang jadi korban nantinya,” tandasnya.(sem)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*