Minggu, 8 Desember 2019

Teluk Amurang Terindikasi Tercemar, DLH Sulut Lakukan Transplantasi Karang

 

manadoterkini.com, SULUT – Salah satu dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang juga Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Kelautan Dr Andreas Roeroe menyatakan perairan Teluk Amurang telah terindikasi pencemaran.

sulutHal itu terungkap setelah dilakukan survei ekologi oleh tim dari PT. Cargill Amurang Indonesia dan LSM Manengkel Solidaritas dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara.

Indikasi pencemaran tersebut menurut Roeroe setelah Survei yang dilakukan tepatnya di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan ditemukan Acanthaster Planci.

sulutMenurut Andreas Roeroe bila tedapat Acanthaster Planci mengindikasikan bahwa perairan itu sendiri terindikasi tercemar.

“Sudah mulai ada tanda-tanda awas bahwa perairan disini sudah mulai tercemar,” tegasnya.

Acanthaster Planci sendiri adalah jenis bintang laut pemakan terumbu karang. Dan berbahaya bagi terumbu karang bila terjadi ledakan populasi, karena banyak terumbu karang yang akan dimakan.

Menurut Kepala DLH Sulut Ir. Marly Gumalag, M,Si dasar pelaksanaan kegiatan transplantasi karang sebagai program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan yang termuat dalam DPA DLH Sulut Tahun 2019.

sulutMarly menambahlan, transplantasi karang sendiri adalah salah satu teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang yang semakin terdegradasi dengan teknik pencangkokan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sadar tahuan pentingnya upaya pelestarian terumbu karang dan meningkatkan penyebar luasan gerakan pelestarian melalui civil society yang kuat dengan dukungan pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, media dan masyarakat luas,” jelas Marly Gumalag.

Dia menambahkan transplantasi karang sendiri, kegunaannya berperan dalam mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak dan dapat pula digunakan untuk membangun daerah terumbu karang baru yang sebelumnya tak ada.

“Nantinya ini akan berperan ekonomis untuk menaikkan stok ikan di desa dan meningkatkan nilai tambah sektor pariwisata. Ini juga merupakan agenda tahunan. Sebelumnya pada tahun 2018 lalu, kami melakukan kegiatan pelestarian hutan mangrove,” jelasnya.

DLH sendiri telah membuat sedikitnya 20 buah modul transplantasi karang blok tipe B jauh. Dengan masing-masing modul dapat menampung 13 bibit karang, sehingga total sebanyak 240 bibit karang yang akan ditanam.

Kegiatan transplantasi karang ini sendiri dihadiri oleh sejumlah Pejabat Eselon II Pemprov Sulut diantaranya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ronald Sorongan sekaligus mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Bupati Minsel, perwakilan PT. Cargill, LSM Manengkel Solidaritas serta masyarakat umum. (Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*