Selasa, 17 September 2019

Diwarnai Adu Mulut, 57 Orang Terjerat Sidak Satpol PP

 

manadomanadoterkini.com, SULUT – Tim Gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Polda dan Polisi Militer (PM) TNI AD melakukan operasi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dari pantauan manadoterkini.com, Minggu (8/4/2019) dini hari, operasi atau sidak KTP dimulai dari patung Boboca Malalayang yang berbatasan langsung antara Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. sidak kali ini berlangsung di beberapa tempat diantaranya Kawasan Mega Mas hingga Kawasan Marina.

Sebagian besar yang terkena operasi kali ini karena pesta minuman keras (miras) bukan pada tempatnya. Menarik, sekitar 40 persen yang terjaring sidak bukan lagi tidak membawa KTP, melainkan tidak memiliki KTP, bahkan untuk mengecoh petugas, beberapa pelaku sempat adu mulut dan sempat melarikan diri, namun kesigapan petugas dapat menghalangi rencana tersebut.

manadoPara pelaku yang terjerat rasia pun diberikan pembinaan oleh jajaran Polda Sulut di Kantor Polda Sulut.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dan Damkar Provinsi Sulut Evan Steven Liow menuturkan, tujuan operasi ini adalah hasil laporan dari deteksi dini dari Kesatuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulut dan jajaran Kepolisian.

“Ini dipandang perlu sebelum kita menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) agar supaya kita juga bisa mengukur bagaimana keamanan dan ketertiban masyarakat. Masalah identitas ini perlu menjadi perhatian karena memang banyak penginapan dan kost-kostsan yang belum memiliki identitas. Kami berharap agar mereka segera melapor ke catatan sipil agar boleh mendapatkan KTP yang baru sesuai dengan tempat tinggal.”

“Ini juga dalam rangka pengamanan Pemilu, agar supaya keamana di masyarakat tetap terjaga. Disana memang ada operasi sajam dari Polda, sedagkan kita untuk administrasi kependudukan yang berkaitan dengan penguatan keamanan dan ketertiban, kita juga menguji bagaimana sinergitas kita, makanya kita mengundang dari TNI untuk mengadakan pendampingan,” jelas Liow.

Lanjut Liow, Kepala lingkungan juga harus berperan dengan mengawasi serta mengetahui siapa-siapa saja yang berada di lingkungannya, termasuk penerapan para tamu harus melapor 1×24 jam.

“Jangan sampai ada tamu yang tidak terdeteksi. Linmas juga akan dikuatkan hingga Pemilu nanti,” harap Liow.

Sementara, dari operasi tersebut,
sebanyak 57 orang yang kedapatan tidak membawa KT dan 21 orang diantaranya adalah perempuan. (Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*