Selasa, 17 September 2019

Ketika Olly Dondokambey Cerita Kisah Pengkhianatan Yudas

 

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menceritakan salah satu kisah tragis dalam Alkitab, yaitu kisah pengkhianatan Yudas. Dituliskan dalam Lukas 22:1-6, bahwa Yudas bermufakat dengan para imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal bait Allah, orang-orang yang ingin membunuh Yesus. Sebagai imbalannya ia mendapatkan 30 keping uang perak.

Hal itu disampaikan Olly pada perayaan Paskah ASN dan THL Pemprov Sulut yang dilaksanakan di Auditorium Mapalus, Selasa (23/4/2019).

“Jangan kita berkhianat seperti Yudas yang menjual Tuhan Yesus senilai 30 keping perak,” kata Olly.

Olly menuturkan, kegagalan Yudas menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua orang sepanjang zaman.

Pelajaran itu adalah bahwa seseorang yang sudah menjadi pilihan Tuhan belum tentu tidak bisa gagal dalam pengiringannya kepada Tuhan. Seperti Yudas, akhirnya ia berkhianat dengan menjual Yesus. Hal ini terjadi atas pilihan dan keputusan Yudas sendiri.

“Marilah kita bekerja dengan penuh kesetiaan sebagai pelayan masyarakat,” beber Olly.

Lebih jauh, terkait perayaan paskah, Olly mengapresiasinya sebagai kegiatan yang memiliki makna penting bagi seluruh ASN dan THL Pemprov Sulut.

“Perayaan Paskah ini merupakan kegiatan pembinaan dalam rangka meningkatkan kinerja kita semuanya,” imbuh Olly.

Sementara itu, ibadah Paskah dipimpin oleh Pdt. A.O. Supit yang menyampaikan khotbah bertema kebangkitan kita yang diambil dari Kitab 1 Korintus 15:17.

“Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu,” ucap Pdt. Supit kepada seluruh jemaat.

Perayaan Paskah ASN dan THL Pemprov Sulut turut dihadiri Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut. (*/Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*