Sabtu, 28 Maret 2020

TNI AL Nilai Danau Tondano Bisa Tingkatkan Ketahanan Pangan

manadomanadoterkini.com, TONDANO – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) menilai keberadaan Danau Tondano bisa meningkatkan ketahanan pangan wilayah disekitarnya. Namun hal tersebut bakal terwujud jika semua potensi yang ada di Danau Tondano dimaksimalkan dengan tepat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Dispotmar) Mabes TNI AL Brigjen Marinir (TNI) Donar Philip Rompas dalam Seminar Pemberdayaan Ekonomi dan Kepedulian Lingkungan Kabupaten Minahasa dalam rangka mendukung Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) Tahun 2019 yang dilaksanakan pada Senin (17/6) tadi di dusun jauh Tasuka Desa Tounelet Kecamatan Kakas.

“Danau Tondano yang berada didepan kita menjadi begitu penting keberadaannya yang apabila dikelola dengan baik maka akan mampu meningkatkan ketahanan pangan dan menambah pendapatan sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” ujar Rompas.

Lanjut dikatakanya, seminar tersebut merupakan kepedulian TNI AL, untuk ikut membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi saat ini 20 persen dari total luas Danau Tondano, tertertutup eceng gondok. Dan telah banyam pihak berupaya mengendalikan tanaman tersebut. Namun upaya-upaya yang dilakukan tentu menyita banyak waktu, tenaga dan biaya.

“Oleh karena itu diperlukan berbagai terobosan agar tanaman eceng gondok memiliki nilai manfaat yang optimal baik dari segi ekonomi maupun kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring MSi (ROR) yang sekaligus sebagai pemateri memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pembinaan Potensi Maritim Mabes TNI AL. Karena dari sekian banyak danau yang ada dari Sabang sampai Merauke, Dispotmar memilih sekitar Danau Tondano menjadi lokasi pelaksanaan Seminar Bintahwil Tahun 2019.

“Pemerintah dan masyarakat Minahasa sedang berupaya mengelola dan menangani permasalahan yang ada di Danau Tondano dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Danau Tondano dan sekitarnya,” ungkap Bupati.

Permasalahan Danau Tondano yakni Pendangkalan, penyempitan dan penurunan kualitas air, banyaknya eceng gondok, dan permasalahan kawasan DAS dan sekitarnya yakni penebangan liar di sepanjang DAS yang mengakibatkan pengikisan kawasan hijau menjadi gundul, peningkatan volume sampah yang mengakibatkan terganggunya sistem pengambilan air oleh PLTA.

“Permasalahan yang ada apabila terus dibiarkan, maka 30 tahun kedepan Danau Tondano akan kering dan ini akan menjadi becana bagi kita masyarakat yang ada di Sulawesi Utara,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Danau Tondano merupakan salah satu Danau di Indonesia yang menjadi prioritas Nasional. Danau Tondano merupakan sumber harkat hidup dan penggerak ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara. Mulai dari pemasok energi listrik, pertanian/saluran irigasi, suplai air, perikanan, pariwisata, dan sarana transportasi air.

Untuk itu Pemerintah dengan berbagai upaya untuk menjaga, melestarikan bahkan mengelolah Danau Tondano dengan berbagai program yang sementara dan yang akan dilaksanakan. Diantaranya melakukan seminar, diskusi dan kajian tentang pengelolaan Danau Tondano, pemantauan kualitas air, pola penanganan secara menyeluruh, penyusunan dan penetapan rencana tata ruang kawasan konservasi dan wisata Danau Tondano. Mana yang bisa didirikan Karamba dan mana yang tidak bisa, penyusunan Perda Zonasi Danau, pengadaan alat berat/kapal pembersih eceng gondok, Perda sampah dan pengurangan penggunaan sampah plastik, pembangunan tanggul pengaman keliling danau, penguatan tebing danau, pembangunan jogging track seputaran danau, pelebaran jalan keliling danau, dan penataan Pulau Likri.

“Dari 25 kecamatan di Kabupaten Minahasa, ada 7 kecamatan yang mengelilingi Danau Tondano, untuk itu kepada para Camat, Hukum Tua, ASN bahkan kepada kita semua masyarakat Kabupaten Minahasa, mari kita benar-benar peduli terhadap Tanah Minahasa termasuk Danau Tondano agar Visi Minahasa dapat terwujud,” pungkasnya.

Selain pejabat yang disebutkan tadi, seminar tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry Korengkeng, SH, MSi, Komandan Lantamal VIII Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Moses Sipasulta M,MAR, Stud, Ketua DPRD Kabupaten Minahasa James Rawung, SH, Wakapolres Minahasa Kompol Alkat Karouw, S.Sos, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kolonel Purnawirawan Boyke Kambey, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara Ir. Marly Gumalag, MSi, Pimpinan Cabang BRI Tondano Taswin Tajudin, Para Asisten Sekdakab Minahasa, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Camat, Hukum tua, masyarakat yang ada. (fis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*