Kamis, 12 Desember 2019

Ikuti Rakernas APKASI, RD Didampingi Istri

minahasamanadoterkini.com, TONDANO – Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi MM (RD)  didampingi Istri yang juga adalah Wakil Ketua TP-PKK Martina Dondokambey Lengkong menghadiri Acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), 21-23 Agustus 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) tersebut mengambil tema ‘Menuju Kabupaten Cerdas Melalui Digitalisasi Pelayanan Publik’. yang dibuka oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Bapak Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA.

Pada kesempatan tersebut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA sekaligus membuka Rakernas menyampaikan bahwa pelayanan masyarakat adalah yang paling penting. Apalagi Indonesia ekonominya tergantung dari investasi, export dan konsamption.

“Investasi export kita tau bersama dunia lagi tertekan, negara besar contohnya Amerika Serikat yang tadinya mempromosikan open market sekarang menjadi salah satu negara yang protektif yang diikuti oleh negara-negara besar lainnya, salah satunya Indonesia pengexport kelapa sawit terbesar,” ujar pak menteri.

Lanjutnya, satu-satunya yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah meningkatkan infestasi dan konsumsi dalam negeri. Sebab tanpa investasi akan sulit ekonomi dari desa untuk berkembang.

Diakui menteri, pihaknya berhasil mengumpulkan 128 bupati dan perusahaan dan berhasil mendapatkan komite investmen sebesar 47 triliun. Tapi sayangnya terealisasi 27 triliun terkendala masalah perijinan di daerah daerah.

“Mudah mudahan rapat kerja ini bisa membuahkan pemikiran-pemikiran yang membantu percepatan pertumbuhan dikabupaten-kabupaten dan juga di desa-desa,” harapnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, RD mengatakan, Kabupaten Minahasa siap menyelaraskan program pembangunan SDM terintegrasi, yang dimulai dari pendidikan, kesehatan serta peningkatan kualitas. “Dimana kita memberikan kemudahan akses pendidikan dan berkarakter Pancasila untuk mewujudkan SDM unggul Indonesia maju,” ujar RD.

Lanjutnya, semua hal itu harus dilakukan secara terpadu. Dimana pemerintah provinsi sebagai pemegang kewenangannya.

Demikian pula kesehatan ibu dan anak, misalnya untuk penurunan stunting, harus menjadi program bersama dengan berpijak pada kearifan pangan lokal.

Dalam hal ini, terkait peningkatan kualitas pendidik, dimana APKASI sudah mendukung sesuai dengan ide Kemendikbud agar menyediakan dana alokasi umum (DAU) untuk gaji guru honorer.

“Asalkan diperhitungkan cermat sehingga tidak mengganggu program lain di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sebagian juga dibiayai DAU, sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Minahasa,” pungkasnya. (fis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*