Kamis, 12 Desember 2019

Pasangan MEP Jadi Penentu

minselmanadoterkini.com, AMURANG-Jalan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memenangkan Pilkada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tidak mudah. Meskipun bermodal 10 kursi pada Pilcaleg lalu dengan “gladiator” hebat, sosok Michaela Elsiana Paruntu MARS (MEP) dipandang jadi peneror Banteng Moncong Putih. Walau demikian, penentu keberhasilan politik Ketua PMI Minsel ini berada pada pasangannya.

PDI-P disebut sebagai parpol yang paling siap untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2020 di Minsel.
Selain memenuhi syarat untuk mengusung sendiri, PDI-P memiliki koleksi kader-kader yang mapan dan populer.
“Satu-satu figur yang berpotensi mematahkan figur hebat dari PDI-P adalah sosok MEP. Ia adalah pendatang fenomenal yang kini banyak dikagumi oleh warga Minsel. Dia disenangi banyak kalangan baik dari elit hingga di tingkat grass rooth (akar rumput partai – red) Golkar,” ungkap pakar politik dan pemerintahan Sulut, Ferry Daud Liando.
Meski begitu, sikap sejumlah kader Golkar yang memberi signal akan mencalonkan MEP terkesan sangat prematur. Bagi Liando, sepertinya mereka lupa bahwa dalam hal pengambilan keputusan apapun termasuk soal penetapan calon Bupati harus dilakukan melalui mekanisme organisasi partai.
“Harus diputuskan secara organisatoris dan mandatnya harus ditetapkan oleh dewan pengurus pusat Golkar. Namun kalau pun dukungan itu bersifat spekulatif maka akan berpengaruh pada penetapan calon oleh parpol lain. Baik oleh PDI-P atau Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Mematahkan kekuatan MEP tidaklah gampang. Sehingga jika PDI-P dan Nasdem salah mengusung calon, maka akibatnya bisa fatal,” urai dosen Universitas Samrat Manado ini.
Apabila ingin menentukan siapa yang paling menonjol pada Pilkada 2020, menurut Liando, peta politiknya akan sangat mudah terbaca jika sudah ada penetapan pasangan calon dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
“Saat itu sudah terbaca siapa diusung parpol apa dan siapa berpasangan dengan siapa. Kalkulasi kemenangan sangat besar dipengaruhi oleh siapa berpasangan dengan siapa,” jelasnya.
Baginya, penentu kekuatan MEP akan bertahan tergantung dari pasangannya nanti. Bila itu sudah ditetapkan oleh penyelenggara pilkada.
“Jadi apakah MEP kuat atau tidak, sangat tergantung siapa pasangannya dan siapa lawan-lawannya. Selama aspek-aspek ini belum tampak maka masih amat sulit berspekulasi,” tutupnya.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*