Sabtu, 14 Desember 2019

Kepolisian Akui Motif Suami Bunuh Istri di Langowan Masih Didalami

Sulutmanadoterkini.com, TONDANO – Sejumlah fakta terungkap dalam konfrensi pers yang digelar Polres Minahasa terkait pembunuhan istri ber-anak tiga oleh suaminya sendiri yang terjadi di Desa Noongan Kecamatan Langowan.

Kapolres Minahasa melalui Kabag Ops Yuriko Hernanda dalam konfrensi pers yang dilaksanakan pada Senin (11/11) mengatakan bahwa motif dari pembunuhan terhadap Fransien Sandra Mokalu oleh suaminya Domme Rori masih dalam pengembangan. “Untuk motif pembunuhan kami belum bisa pastikan. Masih sementara didalami,” katanya.

Diketahui kronologi kejadian tersebut, pada hari Sabtu (9/11) 2019, sekitar pukul 20.30 wita korban menyuruh Destralita Rori (15) untuk mematikan lampu rumah. Setelah itu korban menyusui anaknya yang masi balita. Setelah itu suami korban Domme hanya masuk keluar kamar, karena sebelumnya mereka sempat cek cok.

Sekitar pukul 23.30 wita, korban dan pelaku dilihat anaknya sudah berada di dalam kamar, diketahui anak mereka, antara korban dan pelaku dalam keadaan baik-baik saja.

Sekitar pukul 08.30 Wita pada minggu (10/11) 2019, anak kedua korban Meyfrando Rori (12) hendak membangunkan ibunya. saat dia masuk, dia menemukan ada bercak darah di dinding dan kasur. Karena penasaran, anak itu pun membuka kasur, dan dia mendengar ada benda yang jatuh ke lantai. namun tidak dihiraukannya.

Kemudian Meyfrando menanyakan dimana ibu dan ayah kepada kakaknya Destralita. Kemudian kakaknya menjawab bahwa ayah mereka ke bandara, dan ibu ke gereja bersama adiknya.

Sekitar pukul 11.30 Saudara mereka datang bersama anak korban yang masih berusia 1 tahun dengan tujuan mengantar anak itu pada orang tua balita itu. Kemudian anak ke 2 korban sempat menyampaikan apa yang dilihatnya di kamar orang tuanya kepada Decky Rori (pamannya).

Mendengar hal itu, Decky pun langsung masuk kamar dan kemudian dirinya melihat benar ada darah. Saat itu juga Decky pun berteriak karena korban telah ditemukan terkapar dengan bersimbah darah, kemudian dirinya melapor kepada pihak pemerintah desa, dan pihak kepolisian. Kepolisian pun menetapkan suami korban sebagai terduga.

“Selang berapa jam, pelaku Domme Rori telah ditemukan bunuh diri di kebun milik keluarga Rori-Mokalu dengan cara gantung diri di pohon,” ungkap Kabag Ops.

Ditempat yang sama, Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal, AKP Sugeng Wahyudi SIK. mengatakan untuk motif sementara masalah internal keluarga.

“Kalau ada yang memiliki asumsi bahwa ada pihak ke tiga, itu masi kami lakukan pengembangan,”katanya.

Dari kejadian tersebut, sugeng menduga bahwa pelaku sudah merencanakan. “Dari hasil penyelidikan, sekitar pukul 23.30 wita pelaku membawa anak bungsu mereka di rumah saudaranya untuk dititip, dengan alasan dirinya mau ke bandara. Dan diperkirakan, kejadian pembunuhan terjadi pada sabtu (9/11) 2019 antara pukul 23.30 Wita, hingga 01.00 Wita,” tuturnya.

Lanjut Sugeng, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pelaku melakukan aksinya tanpa ada perlawanan dari korban.

“Dilihat dari keadaan pelaku saat di fisum tidak ada tanda kekerasan. Jadi diduga korban Fransin Mokalu, di bacok saat korban sedang tidur pulas. Dan hasil dari inafis korban di bacok sebanyak tiga kali, karena ada luka bacokan di kepala bagian kanan, di rahang bagian kanan, dan leher bagian kanan,” paparnya.

Sugeng juga menambahkan, untuk kasus tersebut akan dilaksanakan gelar perkara. “Karena pelaku juga sudah meninggal tentunya untuk dilanjutkan atau tidaknya kasus ini, tinggal tunggu gelar perkaranya,” tandasnya. (fis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*