Sabtu, 30 Mei 2020

Tambah Pendapatan Petani, Pemprov Pangkas Rantai Pasok Distribusi Eksport

manadotetkini.com,  SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Keasistenan II berencana memperpendek rantai pasok eksport hasil pertanian Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngantung, Kamis (13/2/2020) kepada wartawan saat Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Komoditi Pala dan Cengkeh yang digelar oleh Direktorat Jenderal Perkebunan 13 – 15 Februari 2020 di Hotel Sintesa Peninsula Hotel Manado.

“Melalui pak Gubernur dan pak Asisten II kita berusaha untuk memperpendek rantai pasok, karena ekspor kita harus melalui Surabaya atau Pulau Jawa karena disana memiliki alat pendeteksi yang canggih untuk mendeteksi terkontaminasi toksin atau tidak.”

“Kedepan akan dibahas di Banggar (Badan Anggaran DPR) jika memungkinkan port Bitung itu menjadi daerah sentra eksport untuk Wilayah Timur, sehingga komoditi kita yang ada di Sulawesi Utara termasuk didalamnya kopra dimana biaya distribusinya yang tinggi kita potong sehingga otomatis nilai yang diterima oleh petani akan lebih tinggi,” jelas Refly Ngantung.

Oleh karenanya Ngantung berharap pemerintah pusat dapat membuat regulasi sehingga dapat menyatukan persepsi dari semua pemangku kepentingan.

“Jangan perdagangan punya regulasi sendiri, pertanian punya regulasi Pelindo punya regulasi sendiri. Sekarang kita satukan untuk memperpendek, memangkas rantai pasok sehingga nilai tambah boleh dinikmati oleh petani,” tutur Refly Ngantung.

Refly Ngantung menambahkan niat pemerintah Provinsi melalui kebijakan bapak gubernur yang sudah dibahas dengan banggar supaya kebijakan itu bisa diangkat dan menjadi perhatian pemerintah pusat.

Tak tanggung-tanggung apabila pemangkasan rantai pasok ditetapkan, ada sebanyak 20 persen dari nilai eksport bisa diterima petani. Dan hal itu sangat besar sebagai tambahan pendapatan petani. (Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*