Selasa, 31 Maret 2020

Peningkatkan kualitas hidup Lansia secara Fisik, Sosial dan Lingkungan

Oleh Gebby J Lis Saulisa

Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

mahasiswa

Kualitas hidup lansia dipengaruhi berbagai factor seperti kesehatan fisik, kesehatan sosial dan kesehatan lingkungan. Populasi lansia meningkat sangat cepat. Tahun 2020 jumlah lansia diprediksi sudah setara dengan jumlah balita 11% dari 6,9 milyar penduduk dunia adalah lansia (WHO 2013).

Lansia identik dengan berbagai penurunan status kesehatan terutama status kesehatan fisik. Ketidaksesuaian kondisi lansia dengan harapan mereka ini bahkan dapat meneyebabkan lansia mengalami depresi, sehingga ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia degan melakukan latihan keseimbangan seperti.

Secara fisik :

Lansia mengikuti seman secara rutin dapat meningkatkan range of motion/pemeliharaan kekuatan otot di masa tua,agar tidak terjadi kekakuan.serta peningkatan total kalsium tubuh,memperbaiki koordinasi tubuh,mencegah massa kehilangan massa otot dan memperbaiki fungsi tubuh.serta melakukan aktivitas sehari-hari seperti ( mengangkat pot bunga,menyapu halaman dll).

Secara sosial dan lingkungan :

Setiap lansia disarankan untuk aktif dan ikut dalam banyak kegiatan. Lansia identik dengan penurunan fungsi tubuh. Oleh karena itu, agar fungsi tubuh tidak terus menurun lansia perlu melakukan berbagai kegiatan dan saling berinteraksi satu dengan yang lain yang dapat membuat kualitas hidup lansia meningkat.serta saling mendukung, saling memberi motivasi dan saling membutukan sehingga meningkatkan harga diri,merasa berguna dan dapat mengurangi depresi atau stress dalam mengahadapi proses penuaan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*