Jum'at, 3 April 2020

Berbatasan Filipina, Talaud Terancam Corona? Ini Penjelasan Elly Lasut

Manadomanadoterkini.com,  TALAUD – Bupati Kepulauan Talaud Dr Elly Lasut mengakui, Kabupaten Talaud sangat rentan tertular virus Corona (COVID-19).

Oleh sebab itu, Elly mengaku selalu mewaspadai lintas batas dengan negara tetangga itu yang sudah melakukan Lockdown karena wabah COVID-19 yang melanda Philipina.

Seperti diketahui Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengeluarkan perintah untuk melakukan lockdown terhadap ibu kota Filipina, Manila dan beberapa kotanya sebagai langkah mencegah meluasnya penyebaran pandemi Virus Corona atau COVID-19.

“Diwaspadai soal lintas batas karena, contoh di Mindanao sekarang ada antrian-antrian orang kena Corona di rumah sakit dan ketakutan masyarakat itu soal dikarantina, nah disana ada 14 ribu orang Talaud yang tinggal di Mindanao, jadi kalau dia lintas batas karena ketakutan, yang berbahaya kalau di sudah suspek atau sudah terinfeksi dan itu berbahaya bagi kesehatan masyarakat Talaud, jadi itu dampak,” jelas Elly Lasut kepada manadoterkini dikediamannya di Manado Rabu, (18/3/2020).

Elly Lasut yang juga satu-satunya Kepala Daerah berprofesi dokter menambahkan, pihaknya terus memberikan edukasi bagaimana melakukan pencegahan terhadap COVID-19 yang telah menghantui lebih dari 114 negara.

“Sekarang saya anjurkan kepada seluruh masyarakat Talaud agar menggunakan profilaksis Klorokuin untuk pencegahan terhadap malaria karena itu rekomendasi WHO jadi torang cegah malaria tetapi dampak dari Klorokuin ini bahwa dia juga melemahkan virus Corona,”

“Dengan harapan berdampak pada Corona, jadi itu tidak salah juga kalau dianjurkan kepada masyarakat minum Klorokuin (vaksin), supaya dia bisa mencegah malaria dan informasi yang walaupun belum ada liris resmi dari WHO, tetapi dari pengalaman-pengalaman klinis dari Corona, infeksi paru-paru karena Corona sembuh total dengan Klorokuin. Jadi informasi itu bukan Corona dapat disembuhkan karena Klorokuin, tidak, tetapi kita rekomendasikan Klorokuin untuk malaria tetapi kita berharap itu berdampak pada Corona,” ujar Elly Lasut.

Elly juga meminta agar masyarakat jangan takut dan panik terhdap masalah COVID-19 yng terjadi di Indonesia dan satu pasien juga ditemukan di Manado, namun dia berharap masyarakat harus paham soal bagaimana pencegahannya.

“Masyarakat jadi takut dan cemas (COVID-19), hanya soal ketakutan dan kecemasan inikan karena (masyarakat) tidak tahu soal Corona ini,” kata Elly.

Elly pun menjelaskan bagaimana baiknya masyarakat menggunakan Masker dan kenapa harus mencuci tangan.

“Jadi saya sudah sampaikan soal penggunaan masker, penggunaan masker ini bukan untuk orang sehat tapi untuk orang yang sakit, terinfeksi atau suspek. Jadi kalau berbicara dengan dia harus menggunakan masker, begitu juga dengan orang sehat yang berbicara dengan yang suspek pada saat kontak. Jadi, kalau masyarakat sudah tahu itu, mereka tidak akan berebutan mencari masker atau menimbun,” tegas Elly.

Soal kenapa harus cuci tangan, Elly menjelaskan dikarenakan masyarakat tidak tahu saat ada orang (terinfeksi COVID-19) batuk akan kena dimana-mana percikan batuk itu.

“Seperti dikursi, meja, pintu atau dinding. Jadi kadang kita sudah sentuh, dan kalau sudah sentuh dan (pasti) berpindah ditangan. Kalau sudah ditangan dan kita menyentuh mata, makan tidak cuci tangan itu akan terinfeksi, jadi bukan hanya batuk, lewat tangan dia bisa terinfeksi. Jadi itu latar belakang kenapa dia harus cuci tangan,” tutur Elly.

Menurut Elly, apabila masyarakat sudah tahu, pasti kebiasaan akan mencuci tangan akan terjadi.

“Karena banyak orang tidak tahu, mau cuci tangan itu untuk apa, pakai handsanitizer (antiseptik), pakai disinfektan untuk apa, nah kalau disampaikan, masyarakat akan sadar, karena itu cara mencegah, percepatan penyebaran (COVID-19), dan ingat,
COVID-19 bertahan selama sembilan jam,” terangnya.

Sementara Elly mengatakan tidak ada pengaruh ekonomi yang terjadi di Talaud karena apa yang terjadi di Filipina karena kedua negara ada Border Crossing Agreement (perjanjian lintasan batas). (Rizath)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*