Jumlah Kasus ODP, PDP Terkonfirmasi COVID-19, Tiga Orang Meninggal

Sulutmanadoterkini.com, SULUT – Kabar baik lagi bagi Sulawesi Utara Ditengah-tengah pendemi virus Corona (COVID-19) pasalnya hingga hari ini Senin (20/4/2020) pasien positif COVID-19 tidak bertambah dan terhenti diangka total 20 orang.

Begitu juga dengan jumlah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) tidak bertambah bahkan mengalami penurunan hingga diangka 228 bila dibandingkan dengan hari kemarin sebanyak 255 orang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara COVID-19 Sulawesi Utara dr Steven Dandel saat jumpa pers melalui video conference.

“Kumlah kasus ODP terkonfirmasi nerjumlah 228 dari total 922 orang yang dipantau Gugus Tugas COVID-19 Sulut, itu berarti ada 694 ODP yang sudah selesai dipantau,” tegas Dandel.

Sementara lanjut Dandel, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat saat ini berjumlah 65 orang.

Berikut perincian PDP yang dirawat rumah sakit. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Kandou 22 orang, Rumah Sakit (RS) Bhayangkara 5 orang, RS Anugerah 8 orang, RS Robert Wolter Monginsidi Teling 4 orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano 1 orang, RSUD Pobundayan 12 orang, RSUD Walanda Maramis 2 orang, RSUD Bolaang Mongondow Utara 3 orang, RSU Pancaran Kasih 6 orang, RSUD Datoe Binangkang 0 (tidak ada), RSU Bethesda 1 orang, RSUD Noogan 1 orang.

Sementara PDP dari sisi penyebaran kabupaten/kota, Manado terdapat 14 orang PDP, Sitaro 1 orang, Tomohon 8 orang, Minahasa 8 orang, Minut 5 orang, Bolsel 1 orang, Bitung 3 orang, Minsel 3 orang, Kota Kotamobagu 10 orang, Bolmut 3 orang, Mitra 1 orang, Bolmong 1 orang dan luar wilayah 1 orang.

“Sementara 6 orang dalam proses verifikasi karena baru masuk, sementara jumlah PDP yang meninggal tadi malam sampai hari ini (malam ini) ada tiga orang, dengan perincian di Prof Kandou ada 2 dan RS. Bhayangkara ada 1 orang,” kata Dandel.

Untuk 3 orang PDP yang meninggal terdiri dari 2 orang dari Kota Manado dan 1 orang beralamat Sitaro.

“PDP yang meninggal yaitu (1) perempuan 82 tahun warga Manado dikuburkan di Minahasa, (2) perempuan 63 tahun diluburkan di Manado, (3) bayi usia 8 hari, yang memang dari awal kelahiran itu mengalami cacat, secara anatomi tubuh dia (bayi) tidak ada saluran pencernaan sehingga harus dioperasi, namun dalam operasi yang bersangkutan ada hejala infeksi saluran pernapasan sehingga dikategorikan PDP,” jelas Dandel. (Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan