Sabtu, 6 Juni 2020

Jeffry Gaghana: Bukan Tolak Bantuan, Saya Hanya Mengimbau Ikutlah Protap WHO Covid-19

Jeffry Gaghana

Jeffry Gaghana SH (ist)

manadoterkini.com, TAHUNA – Informasi penolakan bantuan paket sembako Pemprov Sulut bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe oleh oknum Kepala Dinas PMD, sempat menjadi polemik.

Terkait polemik tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sangihe, Jefry Gaghana SH, meluruskan informasi yang saat ini berkembang di masyarakat tersebut.

Menurut Jeffry Gaghana, pihaknya hanya mengimbau kepada para Kapitalaung (Kepala Desa) agar tidak melayani para petugas ataupun ASN yang datang dari Manado membawa bantuan ke Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Jadi, saya hanya mengimbau kepada para Kapitalaung (Kepala Desa) agar mereka yang datang dari Manado membawa bantuan sembako ke Sangihe, wajib mengikuti protap kesehatan Covid-19 yaitu wajib diisolasi selama 14 hari,” ujar Gaghana, Minggu (03/04/2029

Dia beralasan mereka yang datang dari Manado sebagai daerah transmisi lokal penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19 haruslah mengikuti Protap protokol kesehatan terkait Covid-19 yang ditetapkan WHO tentang pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal.

“Apalagi, Manado sudah menjadi daerah transmisi lokal. Ini yang harus kami antisipasi agar tidak terjadi penularan di daerah ini (Sangihe). Bukannya kami menolak bantuan paket sembako,” ungkap Kadis PMD Sangihe ini.

Dia menambahkan bahwa bantuan paket sembako dari siapa saja termasuk dari Pemprov Sulut bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, tidak dilarang pun tidak ditolak pihaknya.

“Silahkan saja, kalau ada bantuan sembako untuk masyarakat kita yang terdampak Covid-19 , silahkan saja. Itu malah lebih baik. Kami hanya mengantisipasi dan mencegah supaya tidak ada penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19 di daerah kami, Sangihe ini. Itu saja, dan tidak ada maksud lain,” tandas Jeffry Gaghana.

Sementara Asisten I Setdaprov Sulut Drs Edison Humiang MSi, Minggu (03/05/2020), saat dikonfirmasi memang meminta kepada Pemkab Kepulauan Sangihe agar tidak mempersoalkan bantuan tersebut.

“Pemkab Sangihe harus arif. Bantuan tidak boleh ditolak, harus diterima dan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” tegas Humiang.

Terkait dengan protap pencegahan Covid-19, Humiang pun sangat mendukung. “Kalau yang datang membawa bantuan itu, memang harus mengikuti protap. Itu pasti dilakukan. Tapi, tolong bantuan harus disalurkan ke masyarakat. Kan, bantuan itu juga akan diberikan ke masyarakat lewat lembaga keagamaan,” ujar Humiang.

Diketahui, Pemprov Sulut terus menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 15 Kabupaten dan Kota di Sulut. Bantuan paket sembako ini disalurkan Pemprov Sulut bekerjasama dengan lembaga keagamaan pada masyarakat yang terdampak Covid-19. (*/vic)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*