Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemerintahan

Gowa Salah Satu Cluster Tingkat Penyebaran COVID-19 Paling Tinggi di Indonesia

×

Gowa Salah Satu Cluster Tingkat Penyebaran COVID-19 Paling Tinggi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Corona
Inilah salah satu aktivitas para tenaga kesehatan dalam ruangan isolasi RSUP Prof Kandouw, Malalayang.(istimewa)

manadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Bidang Epidemiologis Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Steven Dandel menyatakan Cluster Gowa (Sulawesi Selatan) menjadi salah satu tingkat penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia saat ini.

“Kalau kita memotret penyebarannya dalam skop yang lebih luas dengan daerah atau Provinsi tetangga kita dan juga Provinsi lainnya yang ada di Indonesia, maka Cluster Gowa ini adalah salah satu cluster yang paling banyak menyumbang kasus positif COVID-19 di Indonesia. Jadi ini tinggkat penyebaran yang kasusnya salah satu paling tinggi di Indonesia,” jelas Steven Dandel.

Hal itu menjawab pertanyaan wartawan terkait Cluster mana yang tingkat penyebaran paling tinggi dalam jumpa pers melalui video conference, Jumat (8/5/2020).

Dandel juga menjelaskan polemik terhadap Cluster Karombasan yang menjadi salah satu cluster penyebaran COVID-19 di Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Menjelaskan tentang Cluster, Sekumpulan kasus penyakit menular yang terhubung oleh satu peristiwa atau lokasi. Dalam konteks COVID-19, di Indonesia telah ada, banyak sekali cluster.”

“Contohnya Cluster Bandung (terhubung dengan konvensi keagamaan yang diadakan di Bandung), Cluster Gowa (terhubung dengan acara keagamaan yang dilakukan di Gowa), pasien yang terkonfirmasi positif bukan hanya dari Gowa, tapi ada juga yang dari Kalimantan Utara, Kalsel, Sultra, Lampung, Papua, dan lain-lain. Di Sulut sendiri ada lima belas kasus dari cluster ini,” ujar Dandel, Selasa (12/5/2020).

Begitu juga dengan Cluster Sampoerna Surabaya, kasus positif datangnya dari segala penjuru Surabaya, tapi koneksi pasien terjangkit COVID-19 ada dalam pabrik Sampoerna, jadi disebutlah Cluster Sampoerna.

Sementara, Cluster Karombasan yang ada di Kota Manado, adalah sebutan epidemiologis untuk menjelaskan keterkaitan dari 3 kasus (Kasus 41, kasus 46 dan Kasus 57) yang dalam penyeledikan epidemiologis ternyata terkoneksi satu sama lain dengan aktivitas mereka di tempat perdagangan yang ada di Wilayah Karombasan, tegas Dandel.

“Tidak ada hubungannya dengan jumlah kasus positif di Kelurahan Karombasan Utara dan Karombasan Selatan. Tujuannya untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa di daerah tempat perdagangan itu telah ada tiga kasus yang positif dan terkoneksi satu sama lain. Supaya masyarakat waspada, karena di lokasi ini sulit diterapkan, physical distancing,” kata Dandel.

Kalau tidak waspada, bukan tidak mungkin dari 3 akan bertambah dengan cepat pasien positif COVID-19 di lokasi tersebut, tegas Steven Dandel. (Rizath)