Lawan COVID-19, 15 Tenaga Medis “Berguguran” di Sulut

istimewa

(Istimewa)

manadoterkini.com, SULUT – Sedikitnya ada 15 tenaga medis di Sulawesi Utara yang mulai “berguguran” karena terkonfirmasi positif COVID-19 dari pasien yang mereka rawat.

Hal itu sesuai data dari Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sulut yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Bidang Epidemiologis Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Steven Dandel dalam jumpa pers melalui video conference, Rabu (13/5/2020).

“Ada empat dokter yang karena secara langsung melakukan pemeriksaan, perawatan tindakan kemudian akhirnya terkonfirmasi positif COVID-19. Sementa ada lima perawat juga mengalami hal serupa, karena melakukan pemeriksaan, perawatan tindakan kemudian akhirnya terkonfirmasi positif,” jelas Dandel.

Selain 4 orang dokter dan 5 orang perawat tersebut terdapat 4 orang juga dari elemen petugas di rumah sakit yang terpapar COVID-19 ini.

Dandel juga menambahkan, banyak dari para tenaga medis tersebut kecolongan dalam melakukan screening atau pemeriksaan terhadap orang maupun pasien yang ternyata telah terjangkit COVID-19.

Oleh karena itu Dandel berharap agar masyarakat jangan ragu melaporkan apabila ada gangguan kesehatan terlebih ada gangguan atau gejala-gejala COVID-19 dan meminta agar pasien bersikap jujur dan kooperatif saat pemeriksaan.

Berikut Rincian tenaga media yang terkonfirmasi positif COVID-19 diantaranya:

Kasus 34: Perempuan, usia 36, asal Kota Manado, yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Manado.

Kasus 35: Perempuan, usia 49 tahun asal Kota Manado, yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Manado.

Kasus 36: Laki-Laki, usia 32, asal Kota Tomohon, yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Manado.

Kasus 42: Perempuan, usia 48, asal Kota Manado, yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Manado.

Kasus 49 adalah seorang laki-laki usia 29 tahun asal dari Kota Manado yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Manado.

“Kasus ke 50 adalah laki-laki juga usia 30 tahun asal Kota Manado, yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kota Manado

Kasus 54: laki-laki umur 29 tahun, asal Kota Manado. Yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan.

Kasus 55: laki-laki berumur 44 tahun, asal Kota Manado. Yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan.

Kasus 58: perempuan berumur 41 tahun, asal Kota Tomohon. Yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan. Kontak Erat Resiko Tinggi dengan Pasien Kasus 43.

Kasus 63: laki-laki berumur 54 tahun, asal Kabupaten Bolmong. Yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan disalah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Bolmong.

Kasus 73 adalah wanita usia 34 tahun, yang bersangkutan adalah karyawati disalah satu fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kota Tomohon.

Kasus 74 adalah laki-laki usia 26 tahun merupakan tenaga kesehatan disalah satu fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kota Manado. (Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan