Grab Fokuskan Dukungan Digitalisasi UMKM Lokal Melalui Program #TerusUsaha

manadoterkini.com, SULUT – Head of East Indonesia, Grab Indonesia Halim Wijaya mengatakan

Grab telah umumkan program baru #TerusUsaha untuk percepat pertumbuhan dan digitalisasi UMKM Manado di era tatanan baru pasca COVID-19.

Menurut Halim Wijaya, riset terbaru menyebutkan bahwa pekerja informal yang tergabung dalam ekosistem Grab telah berkontribusi Rp 402 miliar terhadap perekonomian di kota Manado.

Setelah memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp. 402 Miliar di Kota Manado, Grab telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Manado berikan akses digital dan biaya promosi bagi ratusan IKM binaan Disperindag.

Melalui aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, hari ini, Kamis (9/7/2020) mengumumkan program #TerusUsaha di Manado untuk bantu transformasi digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat beradaptasi dan berkembang di era tatanan baru.

“Program ini mencakup pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya, iklan gratis untuk meningkatkan visibilitas UMKM secara online dan sebuah microsite yang dirancang khusus untuk para pelaku UMKM. Grab juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado untuk membawa ratusan mitra Industri Kecil Menengah (IKM) binaan masuk dalam platform digital. Program ini  juga dirancang khusus untuk mendukung program pemerintah, #BanggaBuatanIndonesia,” jelas Halim dalam rilisnya.

Lanjut Halim, UMKM dan pekerja di sektor informal menjadi tulang punggung ekonomi Manado. Berdasarkan riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig worker di empat layanan Grab secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp402 miliar pada perekonomian Manado di tahun 2019, jelas

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik di tahun 2018, menunjukkan terdapat lebih dari 60.000 UMKM di Kota Manado, atau merupakan 20,87% jumlah UMKM di provinsi Sulawesi Utara. UMKM juga menyerap hampir 40% dari jumlah tenaga kerja di Sulawesi Utara, namun faktanya ada lebih dari 92% UMKM Sulawesi Utara yang belum terdigitalisasi.

Melihat hal ini, kebutuhan untuk digitalisasi dan peningkatan kapasitas UMKM untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting agar ketangguhan ekonomi kota Manado dapat terjaga di era new normal ini.

Halim Wijaya menjelaskan, Manado sangat identik dengan pariwisata karena alamnya yang indah. Tumbuhnya sektor pariwisata juga mendorong sektor ekonomi lainnya, yaitu kuliner dan kerajinan yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM.

Program #TerusUsaha yang sejalan dengan misi GrabForGood merupakan langkah konkret dari Grab untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, serta jangkauan bagi UMKM dan individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital.

“Kami akan mendorong bisnis kecil dan tradisional untuk merangkul teknologi dan menuju digitalisasi, untuk memastikan mereka tidak tertinggal dalam era digital. Untuk memastikan UMKM di Manado tetap mampu bertahan dan terus maju di tengah wabah COVID-19, kami sediakan berbagai wadah dan teknologi untuk pelaku UMKM belajar dan mulai melakukan transformasi digital bersama Grab.” kata Halim.

Program #TerusUsaha yang siap membantu digitalisasi UMKM Manado. Grab akan meluncurkan berbagai inisiatif dalam 6 bulan ke depan untuk membantu UMKM Manado untuk:

#1) Meningkatkan Visibilitas dan Permintaan.
Digitalisasi IKM dengan Disperindag kota Manado: Fokus pada digitalisasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ada di bawah naungan Disperindag.

Sebanyak 100 IKM di Kota Manado telah terdigitalisasi melalui layanan GrabMart dan GrabFood agar mereka mendapatkan kesempatan lebih besar dan bisa lebih dijangkau oleh masyarakat luas.

Grab juga membantu memberikan biaya pengiriman khusus kepada IKM terdaftar guna meningkatkan peningkatan penjualan mereka. Diharapkan bantuan ini bisa mendorong permintaan masyarakat kepada produk-produk yang dipasarkan oleh mitra IKM.

Dukung Usahawan Lokal: Grab akan membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi.

Grab juga akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini.

#2) Memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil. Microsite khusus bagi UMKM: Ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab: www.grabforgood.id.

Grab Akselerator UMKM: Grab bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM, dalam menyediakan program akselerasi lengkap bagi pemilik usaha kecil di Indonesia.

Peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan gratis selama 2,5 bulan yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review dan Konsultasi. Berbagai topik juga akan dibahas termasuk legalitas, pemasaran, literasi keuangan,  pengelolaan sumber daya, modal, hingga daya saing produk.

Para pemilik usaha kecil dapat mendaftarkan diri mereka di microsite mulai 20 Juli 2020. Program pelatihan ini akan diberikan oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.

#3) Menciptakan Kesempatan Pendapatan Baru Bagi Mereka yang Membutuhkan. Menjadi Agen Individu GrabKios: Grab juga menghadirkan inisiatif untuk membantu masyarakat yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, untuk bergabung sebagai agen individu GrabKios. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada komunitas sekitar mereka.

Hal ini akan membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan, selain juga membantu menyediakan layanan digital bagi 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan atau yang terbatas. Individu yang tertarik hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar, lalu akan dilakukan proses verifikasi hanya memerlukan waktu 24 jam sebelum mereka bisa mulai berjualan.

Sementara itu Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili oleh Asisten II, Praseno Hadi, MM, Ak pada video conference mengatakan sangat mendukung. Gubernur menyambut baik program yang dijalankan oleh Grab di Kota Manado.

“Peran Industri, Kecil dan Menengah (IKM) di Sulawesi Utara tentunya sangat besar, terutama untuk penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Namun, transformasi digital menjadi kunci agar IKM bisa bertahan dan bertumbuh. Pemerintah sangat mendukung program #TerusUsaha milik Grab yang  akan membantu IKM di Manado bisa memiliki daya saing dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Dari pihak pemerintah, saya sudah ajak masyarakat untuk berbelanja barang-barang kebutuhan dari IKM yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Grab membuat masyarakat jadi lebih mudah dalam berbelanja dari rumah cukup dengan smartphone. Kita harus bersama-sama membantu keberlangsungan IKM di tengah pandemi supaya perekonomian tetap berputar dengan baik.” jelas Praseno Hadi. (*/Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan