Seluruh Tempat Wisata Pesisir Pantai Minahasa Ditutup

minahasa

Inilah suasana Tumpaan Kayuwatu Oki, Pantai Timur Kakas yang esksotis dipadati wisatawan lokal sebelum pandemi covid-19. (ist)

manadoterkini.com, MINAHASA – Bupati Dr Ir Royke O Roring menganjurkan supaya semua lokasi objek wisata di pesisir pantai Minahasa supaya ditutup sementara. Hal ini untuk meminimalisir potensi bencana akibat munculnya bibit badai Siklon Tropis Surigae yang tak jauh dari perairan Indonesia.

“Lokasi-lokasi wisata pantai di Minahasa sudah kami himbau supaya ditutup dulu. Hal ini mengacu dari surat Gubernur Sulut buat para Bupati dan Walikota. Karena berdasarkan data yang dirilis Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kecepatan angin siklon tersebut tersebut di kisaran 8-20 knot dan bisa berpotensi jadi topan. Lokasinya tak jauh dari Indonesia namun kita harus antisipasi sedari awal,” ujar Bupati melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr Denny Mangala, Kamis, (15/04/2021) siang tadi.

Lanjutnya, bukan saja tempat wisata, tapi juga bagi para nelayan diminta untuk tidak melaut. “Hal ini sudah kami sampaikan kepada para Camat untuk diteruskan kepada para Kumtua yang terdapat wilayah pantai,” jelasnya.

Mangala juga memastikan bahwa sebelum disampaikan kepada para Camat, hal ini sudah lebih dulu dibahas dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Kamis kemarin.

“Jadi himbauan ini berlaku mulai hari ini. Surat resminya sementara diproses. Paling lambat, Jumat besok sudah tersampaikan kepada para Kumtua,” tukasnya.

“Selain itu, ada juga surat buat para tokoh agama. Dalam artian peran tokoh agama untuk bersama-sama mendoakan supaya negeri kita tercinta ini dijauhkan dari mara bahaya dan mala petaka,” pungkasnya. (fis)

bupati minahasa Ir. Royke Roring Siklon Tropis Surigae

Posting Terkait

Tinggalkan pesan