Gubernur Sulut Olly Dondokambey Webinar Dengan BPK RI

webinarmanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondolambey mengikuti Webinar Seri III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, dengan tema “Kebijakan Pemerintah Daerah, Peluang, Tantangan dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19” secara virtual dari Tondano, Kamis (17/6/2021).

Menurut Wakil Ketua BPK RI Agus Joko Pramono, acara webinar ini adalah akhir dari rangkaian keseluruhan tiga seri webinar yang diselenggarakan oleh BPK RI dalam rangka penyusunan Foresight BPK.

Agus Pramono juga menjelaskan tentang peran BPK Oversight, Insight, Foresight dan menjelaskan kondisi dan tantangan penanganan Covid-19.

Sementara itu Olly Dondokambey mengatakan, dalam situasi kondisi pandemi Covid-19 ini sangat berdampak terhadap Provinsi dan Kabupaten di seluruh Indonesia.

“Gambaran umum Covid-19 di Provinsi Sulut, situasi dan kondisi saat ini yang masih terdampak kasus aktif ada 266 orang. Dari 15.883 yang terdampak, 15.066 sudah sembuh, yang meninggal sampai hari ini ada 551 orang. Sehingga apa yang kita tangani dan kita hadapi dalam rangka Covid-19 ini, mungkin Provinsi Sulut lebih diuntungkan dari Provinsi-Provinsi yang lain.”

“Situasi kondisi di Sulut, ada 3 daerah Wilayah Kepulauan sehingga cara penanganan Covid-19 di Provinsi Sulut lebih gampang terisolir dari pandemi Covid-19 ini,” sambungnya.

Olly menambahkan bahwa berdasarkan data yang ada, hari ini di Provinsi Sulut tidak ada ketambahan kasus aktif Covid-19.

Sulut
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE. (ist)

Dalam kesempatan itu Olly juga menjelaskan bahwa proses penanganan Covid-19 di daerah Sulut sesuai dengan yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat.

“Pemprov Sulut menjalankan bersama-sama dengan seluruh kabupaten/kota yang ada, menyangkut kita selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga kesehatan, menjaga jarak. Strategi penanganan Covid-19 di Kabupaten/Kota itu sama semua, sesuai dengan anjuran Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Yang menjadi kendala di Pemerintah Provinsi Sulut sampai dengan kabupaten/kota kata Olly adalah menyangkut vaksin.

“Vaksin di Pemprov Sulut sampai hari ini masih terbatas sehingga di daerah terpencil memang masyarakat yang menginginkan vaksin masih kekurangan,” lanjutnya.

Olly menambahkan bahwa melihat apa yang dihadapi seluruh masyarakat Indonesia terkait Covid-19, Sulut masih diuntungkan. Karena penanganan sejak bulan Januari sampai dengan Bulan Juni, peningkatan kasus aktif sangat rendah.

Rata-rata 1 atau 2 orang, sehingga kerja sama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa berjalan dengan baik.

“Yang menjadi kendala ini adalah Koordinasi Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota tapi syukur karena Sulut satu garis sudah berjalan dengan baik sehingga penanganan berjalan sesuai dengan apa yang dianjurkan Pemerintah Pusat. (*/Rizath)

Anda mungkin juga berminat
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.