Berikut Rencana Pemerintah Menerapkan Pengucapan Syukur Di Sulut

Berikut Rencana Pemerintah Menerapkan Pengucapan Syukur Di Sulut

gubmanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey berencana akan melakukan pembatasan sosial (social distancing) secara ketat pada pelaksanaan pengucapan syukur di sejumlah daerah di Sulut.

Hal tersebut terkuak pada saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengucapan Syukur Tahun 2021 di Provinsi Sulawesi Utara, Senin (28/6/2021), yang dilaksanakan di Hotel Luwansa Manado.

Olly saat memimpin Rakor didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menuturkan kondisi epidemiologis Sulut mulai menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan beberapa waktu terakhir.

Oleh karenannya penting untuk segera diantisipasi agar tidak membebani sistem kesehatan.

“Kita mengantisipasi dampak yang tren (COVID-19) naik terus, termasuk di Sulawesi Utara. Jadi Bulan Juli (Juli-Agustus) biasanya kan bulan pengucapan syukur, jadi (dalam Rakor) kita mengingatkan sekaligus mengantisipasi.”

“Oleh karenanya kita ingatkan kepada FKUB dan kepala-kepala daerah, karena kita tahu persis kalau pengucapan syukur di Minahasa, Minsel ramai sekali jadi kita putuskan pengucapan syukur nanti Bulan September bersamaan dengan hari ulang tahun Provinsi.
Situasi dan kondisi Covid-19 ini harus kita waspadai,” lanjutnya.

Mengantisipasi pelaksanaan pengucapan syukur yang biasanya menjadi tradisi di beberapa daerah yang tentunya mengakibatkan mobilisasi atau pergerakan dan pertemuan orang yang begitu banyak, pemerintah berencana untuk mengantisipasi hal itu.

Beberapa rencana disampaikan Olly diantaranya pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan ketat pada perbatasan daerah kabupaten kota di Sulut dengan persiapan Swab.

Begitu juga dengan pemberlakuan ketat beroperasinya tempat-tempat hiburan akan dibatasi.

Begitu juga dengan jam sekolah, akan dilakukan evaluasi kembali dengan pemangku kepentingan.

Pada pelaksanaan pengucapan syukur sendiri, pemerintah sudah sepakat bersama dengan pihak gereja dan tokoh agama yang tergabung dalam FKUB melihat situasi dan kondisi. Bila nantinya terdapat tren kenaikan COVID-19, maka pelaksanaan ibadah di gereja-gereja akan dibatasi jumlah kehadiran atau akan dilaksanakan secara virtual jelas Olly. (Rizath)

Anda mungkin juga berminat
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.