RAT PUSKUD, Pertanda Era Baru Koperasi Sulut Hebat Bangkit

RAT PUSKUD, Pertanda Era Baru Koperasi Sulut Hebat Bangkit

manadoterkini.com, SULUT – Babak baru Pusat Koperasi dalam menentukan arah usaha untuk kesejahteraan rakyat di Sulawesi Utara melalui Koperasi Unit Desa (KUD) bakal terwujud.

Pasalnya, Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Sulawesi Utara (Sulut) telah sukses dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Nama Inyo Koloay ikut diusulkan menakhodai organisasi itu.
Pelaksanaan RAT Puskud berlangsung di salah satu hotel ternama di Minahasa, beberapa waktu lalu.

Menariknya, dalam RAT Puskud kali ini menyatukan mantan Pengurus Puskud era 80-an dan 90-an. Seperti yang hadir Jonly Winokan Hamdan Mokodompit,  Alfreds Pangalila Cs, begitu juga dari Minahasa Utara (Minut) yakni Yotam bersama rekan-rekannya.

Dari RAT itu juga ditelorkan sejumlah poin-poin penting. Harapannya menjadi era baru untuk kebangkitan koperasi di Sulut.

Seperti merekomendasikan Inyo Koloay sebagai tokoh pemersatu Puskud untuk memimpin Puskud Periode 2021-2026.

Mantan Ketua Puskud Wati berharap, pengurus ke depan dipimpin Tokoh Koperasi sukses di Sulut dan itu hanya ada pada pejuang serta mantan Dirut Puskud yang sukses membawa kejayaan koperasi di daerah ini.

“Aset Puskud yang tersebar di kabupaten kota di Sulut hampir 300 miliar rupiah, ada di tangan Pak Inyo Koloay. Namun seiring berjalan ketika Pak inyo selesai menjadi Dirut Puskud ada beberapa pengurus menyalahgunakan kekuasaan dan bahkan oknum direktur Puskud ikut menjual aset tanpa persetujuan anggota dan tidak sesuai dengan aturan,” ungkap mantan Asisten dan Ketua Puskud pada era Gubernur mulai dari HV Worang sampai CJ Rantung ini.

Lanjut Wati, dirinya begitu menyesal yang terjadi akhir-akhir ini. Amat terlebih kepada mantan-mantan Kepala Dinas Koperasi Provinsi ikut membelah dan bahkan ikut serta menghancurkan Puskud Sulut.

“Mereka lupa bahwa Bank Sulut diselamatkan oleh Dana DPM (Dana Penyertaan Modal) Sulut yang pada saat itu Ketua Puskud adalah Hesky Montong dan mewakili Puskud pada Komisaris di Bank Sulut,” katanya.

“Ini apa artinya. Jangan melupakan sejarah. Puskud Sulut Pernah berjaya dan berjasa bagi Sulut. Saya juga berharap pengurus ke depan dapat menyelesaikan polemik saat ini. Selanjutnya tertibkan aset Puskud. Saya percaya Inyo Koloay yang pernah menjadi Dirut PUSKUD mengetahui seluruh aset dan selanjutnya berjuang untuk mendapatkan kembali Dana DPM yang tertahan pada Induk KUD (Koperasi Unit Desa) yang ada di pusat,” sambungnya.

Hal lain diungkapkan Hengky Rumengan, dirinya mendukung RAT Puskud ini dan ikut hadir pada RAT Puskud di Amurang serta mengusulkan Inyo Koloay memimpin Puskud ke depan.

“Beliau Tokoh Pemersatu dan beliau tidak pernah terlibat penjualan Aset. Pak Inyo yang ikut membawa Puskud berjaya dan bahkan dana DPM pertama beliau yang mengurus hingga tuntas. Sehingga saya saat itu sebagai direktur keuangan bersama Ketua Puskud Hesky Mobtong menyerahkan dana 20 Miliar kepada Bank Sulut,” ucapnya.

Untuk itu RAT paripurna di hotel ini akan menjadi solusi bagi seluruh anggota Puskud dalam menentukan pengurus Definitif yang secara Dejure dan Defacto diakui sebagian besar Anggota Puskud dan diakui oleh Pemprov (Pemerintah Provinsi).

“Karena dalam 10 tahun terakhir Dinas Koperasi Sulut ikut menghancurkan Puskud,” tuturnya.

Acara yang dihadiri unsur Forkompinda Sulut ini diakhiri Penyerahan Pataka sebagai tanda demisioner Pengurus lama  Pangalila-Tangkudung kepada pimpinan RAT Puskud yang diserahkan Roy Kodoati selaku Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulut.

sulutPada Kesempatan lain Kaban Kesbangpol Sulut Evans Steven Liow, S.Sos, MM, yang pada saat itu hadir dalam pemantauan mengatakan, dualisme pengurus adalah preseden buruk setiap organisasi. Begitu juga terjadi dengan Puskud.

“Selama 2 bulan terakhir ini konsolidasi Pengurus anggota Puskud dipantau oleh Badan Kesbangpol Sulut, termasuk kami meneliti dan benar kepemimpinan Pangalila-Tangkudung terdaftar di Kesbangpol tahun 2017 dan berita acara pengesahan RAT di jaman Rene Hosang sebagai Kadis Koperasi,” jelas Liow.

“Kenapa ini kami akui, karena prosesnya dilakukan. Ini ada legal standing,” tegas Liow.

“Setelah kami ikuti semua pada persepsi yang sama menolak Pengurus yang melakukan penjualan aset Puskud. Sehingga pada RAT ini, sebagian besar mendukung Inyo Koloay sebagai Formatur Tunggal,” tambahnya.

“Tentang masalah integritas, semangat koperasi Puskud ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” harap Liow.
(*/red)

Anda mungkin juga berminat
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.