Lolos Final, Tim Basket Putra Sulut Diguyur Bonus 100 Juta perorang

Lolos Final, Tim Basket Putra Sulut Diguyur Bonus 100 Juta perorang

sulutmanadoterkini.com, PAPUA – Meski belum berhasil meraih medali Emas pada pertandingan Final Basket Putra Sulut, namum capaian luar biasa yang diraih Tim Basket Sulut, Sabtu (9/10/2021) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sangat diapresiasi baik dari KONI maupun Pemerintah Provinsi Sulut sendiri.

Pasalnya, menurut Ketua KONI Sulut yang juga sebagai Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw Tim Basket yang di managerial oleh Clay Dondokambey telah berhasil membawa pulang medali perak setelah kalah dari DKI Jakarta di partai final telah membuktikan perjuangan maksimal mereka.

“Perjuangan tim basket Sulawesi Utara luar biasa, kenapa, karena pertama kita tidak diunggulkan, karena dari segi kualitas, tim-tim seperti Jawa Timur dan Jawa Barat serta Bali apalagi DKI berada mungkin dua level diatas kita, karena dalam hal materi dan segi pengalaman mereka sangat tinggi, sementara kita betul-betul hanya mengandalkan anak-anak lokal yang selama ini tidak pernah tryout, hanya bermain di internal (daerah) kita, tryin.”

“Tapi ternyata mereka boleh menunjukkan dengan tekat, kerja keras dan disiplin boleh mencapai Final PON Papua, ini merupakan hal yang amat sangat luar biasa dan kita tau persis basket ini olahraga milenial, jadi menurut hemat saya ini (medali perak basket putra Sulut) menjadi inspirasi untuk generasi muda di Sulawesi Utara untuk selalu berpikir positif asal ada tekat, ada kerja keras dan ada disiplin,” jelas Kandouw.

Kandouw menambahkan meskipun, tidak meraih medali emas hanya perak, namum bonus yang akan diberikan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap akan dikucurkan.

“Itu janji pak gubernur, medali emas dua ratus (juta rupiah) tiap orang, perak seratus tiap orang dan perunggu lima puluh juta dan akan diberikan pada APBD 2022,” tegas Kandouw.

Bonus yang besar ini lanjut Kandouw salah satu tujuannya adalah diberikan untuk merangsang para atlet agar selalu berprestasi dan membawa nama baik daerah.

“Nah kalau sudah ada reward yang tidak kalah dengan daerah lain ditambah dengan rasa memiliki kecintaan terhadap daerahnya, saya yakin akan tetap senang dan membela daerah mereka (Sulut)

Namun Kandouw tak membantah bila ada atlet yang ingin membela daerah lain selain Sulut pada ajang PON.

“Yang pertama adalah hak asasi orang untuk melanjutkan kiprahnya, karir ditempat lain meski ada juga anak-anak yang kecintaan terhadap daerahnya tinggi. Tapi kita juga anti untuk memakai orang luar untuk memperkuat daerah kita.”

“Intinya kita tidak melarang mereka untuk berkiprah di daerah lain,” tegas Kandouw. (Rizath)

Anda mungkin juga berminat
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.