Pemerintah Pusat Canangkan Minut Sebagai Bumi Revolusi Mental Pertama di Indonesia

Pemerintah Pusat Canangkan Minut Sebagai Bumi Revolusi Mental Pertama di Indonesia

minutmanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulut Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Yohanes Baptista Satya Sananugraha dan Deputi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemnko PMK RI Didik Suhardi, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Plt. Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik La Ode Ahmad, Msi, mencanangkan Minahasa Utara sebagai “Bumi Revolusi Mental” yang pertama di Indonesia.

Atas pencanangan tersebut, Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda, S.E. berterima kasih kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan jajarannya serta Pemerintah Pusat melalui kementrian terkait atas dipercayakan Minut menjadi Bumil Revolusi Mental.

“Ini merupakan suatu kebanggan juga bagi kami sekaligus suatu tantangan dimana kita harus merubah tiga pola, yaitu cara pandang, cara berpikir dan cara kerja.”

“Ini akan kita lakukan perbaikan dimana kita akan membawa Kabupaten Minahasa Utara betul-betul sebagai Kabupaten Revolusi Mental yang pencanangannya bukan sehari atau satu bulan tetapi sejak 2021 sampai 2025. Jadi ini adalah suatu proses yang panjang dimana Minahasa Utara harus mengarah pada pola-pola yang mengarah pada bumi revolusi mental,” jelas Joune.

Lanjut Joune, dengan dicanangkannya Minut sebagai Bumi Revolusi Mental, banyak hal yang akan kita lakukan, salah satunya adalah melakukan perbaikan-perbaikan di interen pemerintah Minahasa Utara.

“Karena kemarin Opini BPK kita adalah Tidak Wajar dan ini menjadi tantangan bagi bupati, wakil bupati dan seluruh perangkat daerah yang ada untuk kita up grade agar Opini BPK kita bisa WTP. Ini parameter yang harus kita penuhi, kemudian merubah cara pandang, cara berpikir dan cara kerja dari masyarakat yang ada di Minut,” jelas Joune.

Perubahan cara pandang, cara berpikir dan cara kerja kata Joune dimulai dari sektor pendidikan.

“Dimana para siswa akan dibekali dengan revolusi mental terkait perubahan cara pandang, perubahan cara berpikir dan etos kerja,” tegas Joune. (Rizath)

Anda mungkin juga berminat
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.