Kinerja OD-SK Lampaui Target Pertumbuhan Ekonomi, Tembus 6,62%

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merilis Pertumbuhan Ekonomi Sulut Triwulan III Tahun 2022 terus mengalami pertumbuhan yang baik bahkan melampaui target Pemerintah Provinsi Sulut sendiri.

Pertumbuhan ekonomi itu menandakan bahwa kinerja Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw (ODSK) dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di daerah ini terus menuai keberhasilan.

Pertumbuhan Ekonomi

sulutHal itu terlihat dari capaian Ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan III-2022, yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,62 persen (y-on-y).

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan III-2022 mencapai Rp. 39,81 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp. 24,38 triliun.

Kesimpulannya, BPS mencatat Ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 6,62 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 39,66 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa yang mengalami pertumbuhan sebesar 33,33 persen.

Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 2,49 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Pengadaan Listrik, Gas, dan Produksi Es, yakni sebesar 9,67 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 17,82 persen.

Sampai dengan triwulan III-2022, ekonomi Sulawesi Utara mengalami pertumbuhan sebesar 5,50 persen (c-to-c).

Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengaku sangat bersyukur karena Sulut telah melewati masa pandemi COVID-19. Bahkan ekonomi berjalan dengan baik. Di mana pertumbuhan ekonomi Sulut ada di posisi 5,93 persen. Harapannya di akhir 2022 dapat mencapai 6 persen.

“Ternyata pertumbuhan ekonomi kita dapat mencapai 6,62 persen sesuai harapan kita. Demikian juga dengan inflasi bisa kita jaga di bawah angka 4%. Ini semua karena perilaku hemat masyarakat Sulut yang terkendali,” katanya.

Olly optimis dengan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan ekonomi di Provinsi Sulut bisa berjalan dengan baik. Sehingga masyarakat dapat menjalankan usaha dari pelaku UMKM hingga investor dapat meraih kesejahteraan.

Keadaan Ketenagakerjaan

sulutSementara dari sisi Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara pada Agustus 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 1,24 juta orang.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 63,08 persen, naik 0,93 persen poin dari Agustus 2021.

Penduduk yang bekerja sebanyak 1,16 juta orang, naik 33,17 ribu orang dari Agustus 2021. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Administrasi Pemerintahan (14,89 ribu orang).

Sementara sektor konstruksi mengalami penurunan terbesar yakni 3,72 persen poin dari Agustus 2021.

Namun sebanyak 473,83 ribu orang (40,85 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 1,55 persen poin dibanding Agustus 2021.

Persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan, masing-masing sebesar 2,53 persen poin dan 4,15 persen poin dibandingkan Agustus 2021.

Data BPS kembali mencatat tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 6,61 persen, turun sebesar 0,45 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.

Terdapat 46,27 ribu orang (2,35 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (1,82 ribu orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (1,85 ribu orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (1,40 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (41,20 ribu orang).

Dengan demikian dari sisi Ketenagakerjaan Pemprov Sulut mampu menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga tingkat penggangguran di Sulut dapat dikendalikan.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen

sulutPerkembangan Indeks Harga Konsumen Kota (IHK) Manado bulan Oktober 2022, Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,12 persen, sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 3,64 persen dan inflasi year on year sebesar 4,65 persen.

Dilihat dari inflasi month to month (mtm), Kota Manado menempati urutan ke-5 inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-47 secara nasional, sedangkan secara yoy, Kota Manado menempati urutan ke-13 di Pulau Sulawesi dan urutan ke-84 secara nasional.

Bulan Oktober 2022, Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,12 persen karena adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,65 pada September 2022 menjadi 112,51 pada Oktober 2022.

Penyumbang inflasi terbesar secara year on year (yoy) pada bulan Oktober yaitu angkutan udara sebesar 1,4245 persen dan komoditi penyumbang deflasi terbesar yaitu ikan selar/ikan tude sebesar 0,1648 persen.

Penyumbang deflasi terbesar secara month to month (mtm) pada bulan Oktober 2022 yaitu cabai rawit sebesar 0,0998 persen, sedangkan penyumbang inflasi terbesar adalah bensin sebesar 0,0614 persen.

Progress Pariwisata Sulut

sulitJumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan September 2022 sebanyak 2.178 orang meningkat 23,89 persen dibanding bulan Agustus 2022 (M-to-M). Dibandingkan bulan September 2021, meningkat 267,28 persen (Y-on-Y).

Wisatawan Mancanegara didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 1.364 orang (62,63 persen), Jerman 172 orang (7,90 persen), Inggris 109 orang (5,00 persen) dan Singapura 89 orang (4,09 persen).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Utara bulan September 2022 mencapai 41,68 persen turun 0,04 poin dibanding TPK bulan Agustus 2022 yang sebesar 41,72 persen.

Dengan demikian, Pemprov Sulut dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw terus bertekad untuk mengembalikan pariwisata sebagai idola di Sulut. (Advertorial Diskominfo Sulut)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.